BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Mustofa, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMP Negeri 7 Brebes, mengungkapkan bahwa selama musim hujan, sekolahnya sudah dua kali meliburkan siswa-siswinya.

“Pertama hanya satu hari, yang kedua sampai tiga hari. Jika dibiarkan begitu saja tanpa ada pengawasan, siswa-siswi bermain air sehingga cat kelas semakin rusak,” ujar Mustofa.

Setelah melalui rapat dan keputusan bersama, diputuskan bahwa seluruh siswa harus diliburkan saat hujan dan air mulai masuk ke ruang TU serta kelas.

Senin, 10 Maret 2025, Mustofa menjelaskan bahwa air telah masuk ke seluruh ruang kelas 7 dan sebagian kelas 8. Sementara itu, perpustakaan dan laboratorium IPA lebih aman karena sudah dilakukan peninggian.

Menurutnya, penyebab banjir kemungkinan besar karena gorong-gorong atau sistem drainase yang terlalu kecil untuk menyerap air. Pihak sekolah telah melaporkan masalah ini ke dinas terkait dan pemerintah desa, namun hingga kini belum ada solusi yang diberikan.

“Banjir di depan ruang TU sampai setinggi mata kaki. Kami sudah beberapa kali melaporkan ke dinas, tetapi kendalanya selalu soal anggaran,” jelasnya.

Gorong-gorong yang berada di sebelah barat utara juga cukup dalam, sehingga air sulit mengalir ke dalamnya. Akibatnya, lebih dari 20 guru dan staf TU terpaksa membeli sepatu bot dengan biaya sendiri untuk menghadapi banjir di dalam kelas.

Beberapa warga mengusulkan agar dibuat bak kontrol untuk menyedot air saat hujan dan banjir, namun hal ini membutuhkan biaya besar. Mustofa berharap aspirasi ini bisa didengar oleh anggota dewan dari dapil setempat, seperti Kingking Trahing Kusuma dari PDIP dan Ahmad Rowi dari Partai Gerindra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *