BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan kepada siswa di SDN 3 Ketanggungan, Kabupaten Brebes, menuai keluhan.
Salah satu menu yang dipermasalahkan adalah telur puyuh yang diketahui dibeli dalam kondisi sudah matang oleh pihak SPPG.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Tamba Raharjo, menyatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab pihak SPPG selaku penyedia makanan.
“Kalau ada menu telur puyuh rebus, menurut saya SPPG seharusnya membeli telur dalam kondisi mentah, kemudian direbus sendiri. Dengan begitu bisa dipilih terlebih dahulu telur yang bagus sebelum direbus. Jangan membeli dari mitra dalam kondisi sudah matang, apalagi sudah diplastiki,” ujar dr. Tamba Raharjo saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan, hingga saat ini petugas dari puskesmas yang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan belum berhasil melakukan pengecekan langsung ke SPPG. Hal itu disebabkan karena SPPG tutup pada hari Sabtu, dan pemeriksaan baru dijadwalkan pada Senin (22/12/2025).
“Jadi hasilnya seperti apa, masih menunggu setelah pemeriksaan dilakukan. Namun yang perlu ditegaskan, sajian telur puyuh yang diduga bermasalah tersebut belum ada yang dikonsumsi oleh penerima manfaat,” jelasnya.
Saat ditanya lebih lanjut apakah telur puyuh tersebut hanya didistribusikan ke SDN 3 Ketanggungan atau juga ke sekolah lain, dr. Tamba Raharjo kembali menegaskan bahwa belum ada laporan konsumsi.
“Belum ada yang mengonsumsi, Pak. Untuk kejelasannya nanti hari Senin setelah petugas yang berwenang selesai melaksanakan pemeriksaan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut sesuai hasil pemeriksaan di lapangan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap standar pengadaan dan penyajian makanan dalam program SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.








