Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen Liga Championship 2025/26
Sriwijaya FC semakin terpuruk di dasar klasemen Liga Championship musim 2025/26 setelah kalah dari PSMS Medan dalam pertandingan pekan ke-13. Tim asal Palembang hanya mampu mengoleksi dua poin, yang membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari zona degradasi.
Kekalahan ini memperburuk posisi Elang Andalas, yang kini berada di bagian bawah klasemen. Situasi semakin berat setelah Persekat Tegal secara mengejutkan mengalahkan Adhyaksa FC dengan skor 1-0. Hasil tersebut membawa Persekat ke posisi ke-9 dengan 13 poin, unggul 11 poin dari Sriwijaya FC.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Laskar Wong Kito untuk tetap bertahan di kompetisi profesional Indonesia. Salah satu faktor utama yang menyebabkan keterpurukan tim adalah keterbatasan skuad akibat masalah finansial. Hal ini memaksa pelatih dan pemain tampil dengan formasi yang tidak ideal.
Pelatih Akui Kondisi Tim Jauh dari Ideal
Pelatih Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, mengakui bahwa kondisi tim saat ini jauh dari ideal. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan tim tetap bisa bertanding di setiap laga. “Kalau saya sih yang penting tidak WO sajalah, bagaimanapun main yang penting di lapangan ada 11 pemain,” ujar Budi Sudarsono dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Sebagai mantan pemain Sriwijaya FC, Budi menyayangkan kondisi klub yang kembali harus kehilangan sejumlah pemain akibat masalah finansial yang belum kunjung terselesaikan. Meski demikian, dengan skuad terbatas, Sriwijaya FC masih mampu memberikan perlawanan melalui lini depan yang diisi oleh Fiwi Dwipan, Sutan Zico, dan Nadhif Girosta.
Di lini tengah, Farhan Rahman harus bekerja ekstra dengan peran ganda sebagai gelandang bertahan sekaligus menyerang karena minimnya opsi pemain. Kedalaman skuad yang tidak seimbang membuat Sriwijaya FC kesulitan menghadapi tim dengan persiapan matang. Kesalahan umpan yang kerap terjadi juga membuat Elang Andalas sulit membongkar pertahanan lawan.
Keterbatasan Pemain dan Dampak pada Strategi
“PR kita sebenarnya banyak sekali. Kita hanya punya enam pemain cadangan, dua kiper dan empat pemain. Kalau mau mengubah strategi, pilihan kita sangat terbatas,” ungkap Budi.
Ia menilai pemain yang bertahan masih memiliki potensi, namun membutuhkan latihan intensif serta dukungan fasilitas dan finansial yang memadai. Pelatih ini berharap manajemen dapat segera melakukan pembenahan, terutama menjelang bursa transfer.
Harapan Suporter untuk Pembenahan Manajemen
Eki, salah satu pecinta Sriwijaya FC sejak 2004, berharap manajemen segera melakukan pembenahan, terutama menjelang bursa transfer. “Kita berharap ada solusi dengan mendatangkan pemain yang bagus. Pelatih sudah oke, tinggal menunggu pemain yang akan didatangkan manajemen,” katanya.
Dengan situasi yang semakin kritis, Sriwijaya FC membutuhkan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki performa dan menghindari ancaman degradasi. Pembenahan manajemen dan penambahan pemain baru menjadi prioritas utama agar Elang Andalas dapat bangkit dari keterpurukan.








