Penerapan Sekolah Lima Hari di Sumut, Perhatian Khusus untuk Wilayah Medan Belawan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menerapkan program belajar lima hari untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Luar Biasa (SMA/K/LB), baik sekolah negeri maupun swasta sejak 14 Juli 2025. Dengan penerapan ini, jam belajar mengajar diperpanjang hingga sore hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan proses belajar berjalan lebih efektif.

Namun, kebijakan tersebut menimbulkan beberapa tantangan, terutama di wilayah yang rawan banjir rob. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Medan Belawan dan sekitarnya. Ketua Ombudsman Sumut, Herdensi Adnin, menyoroti pentingnya pemantauan pelaksanaan program sekolah lima hari di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa area ini sering mengalami banjir rob dari siang hingga sore hari, sehingga bisa mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Herdensi menyarankan kepada Dinas Pendidikan Sumut agar melakukan pemantauan rutin terhadap sekolah-sekolah di wilayah Medan Belawan. Ia juga meminta agar solusi cepat ditemukan jika terjadi gangguan akibat banjir rob. Meskipun sampai saat ini belum ada keluhan resmi dari siswa atau sekolah terkait penerapan sistem lima hari, ia tetap menekankan perlunya pengawasan yang intensif.

Selain itu, Herdensi menegaskan bahwa Pemko Medan juga harus turut serta dalam mencari solusi untuk mengurangi risiko banjir rob. Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov Sumut dan Pemko Medan sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh kondisi alam.

Warga Khawatir dengan Dampak Banjir Rob pada Siswa

Di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Deli, warga sedang mengalami musim banjir rob. Banjir rob biasanya terjadi mulai pukul 15.00 WIB. Seorang ibu bernama Tuti mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak banjir rob terhadap anak-anak yang sekolah hingga sore hari.

Menurut Tuti, banjir rob bisa menyebabkan baju dan sepatu anaknya basah. Hal ini membuatnya khawatir karena besoknya mereka masih harus sekolah. Meski demikian, ia tetap mendukung penerapan sistem lima hari, asalkan masalah banjir rob dapat segera diatasi.

Persiapan dan Tantangan dalam Implementasi Program

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, juga merespons isu tentang banjir rob yang bisa mengganggu proses belajar mengajar. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan berbagai aspek non-teknis dalam penerapan sistem lima hari. Ia menegaskan bahwa jam pelajaran tidak akan dikurangi meskipun belajar dilakukan hingga sore hari.

Selain banjir rob, Alexander juga menyebutkan adanya tantangan lain dalam penerapan program ini. Misalnya, beberapa sekolah swasta menggunakan sistem shift, yang perlu disesuaikan agar sesuai dengan sistem lima hari. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih terus mencari solusi untuk mengatasi berbagai kendala teknis tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tim Dinas Pendidikan Sumut yang melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah di Medan Belawan. Namun, langkah-langkah proaktif dan koordinasi antar instansi diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi siswa dan guru di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *