Wartajayavision.com,, Bandung – Tim Rivera dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ke luar sebagai juara pertama di ajang Kontes Robot Indonesia 2025. Digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinganor, Sumedang, 6-9 Juni, kontes tahun ini hanya mempertandingkan kategori tunggal, yakni untuk ajang Asian Broadcasting Union atau ABU Robocon di Ulan Bator, Mongolia, pada Agustus mendatang.
Di babak final, Rivera mengalahkan rival sekota mereka yaitu tim Eira dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan skor 3-0. Pertandingan babak final yang digelar sejak pagi hingga malam, Selasa, 8 Juli 2025, itu melibatkan seluruhnya 24 tim.
Tim Rivera ITS, selain menjadi kampiun, menyabet pula gelar tim dengan strategi terbaik. Juara ketiga diperoleh tim Dewaruci dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan juara ke empat tim Invicto dari Universitas Brawijaya Malang. Adapun desain terbaik untuk robot buatan tim Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Menurut ketua panitia Kontes Robot ABU Indonesia dari ITB, Vani Virdyawan, kompetisi sempat berjalan lambat hingga berakhir menjelang tengah malam. Penyebabnya, tim kesulitan untuk mencetak skor. Vani mengungkapkan, tim-tim sudah harus berusaha keras sejak sejak di babak penyisihan dalam setiap laga yang hanya berdurasi dua menit.
Secara umum, Vani menjelaskan, tim di arena terbagi menjadi kelompok merah dan biru. Setiap tim menyiapkan dua robot dengan posisi sebagai pemain bertahan dan penyerang. “Misinya tidak hanya menceploskan bola basket ke ring lawan, melainkan ada penilaian lain seperti mengoper bola ke robot rekanan dan menangkap bola kembali yang dipantulkan ke lantai atau dribbling,” tuturnya kepada Tempo, Selasa 8 Juli 2025
Tidak semua robot sanggup melakukan tugas itu. Setiap kali gagal, wasit menghentikan pertandingan sekaligus waktunya. Kesempatan beralih ke tim lawan untuk melakukan tugas yang sama. Ketika skor pertandingan tanpa gol, wasit memberikan kesempatan kedua selama 60 detik. Robot-robot bisa langsung melontarkan bola ke ring secara bebas tanpa hadangan pemain lawan. “Namun itu pun seringkali sulit menghasilkan skor,” kata Vani.
Sesuai aturan panitia, ada ketentuan ukuran robot pemain basket itu. Setiap robot harus muat dalam silinder berdiameter 0,8 meter dan setinggi 1,5 meter. Kemudian, selama permainan, tinggi robot-robot beroda itu dapat bertambah (extend) hingga menjadi 2,4 meter, misalnya untuk menghadang lontaran bola robot lawan.
“Karena fungsinya sama, maka beberapa desain menggunakan mekanisme yang serupa,” ujar Vani. Aksi robot pemain bola basket itu dikendalikan oleh anggota tim mahasiswa.
Kontes Robot Indonesia ini adalah gelaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang berada di bawah naungan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Permainan basket dipilih karena menyesuaikan tema lomba ABU Robocon 2025 pada Agustus mendatang.
Ilustrasi Kontes Robot ABU Robocon 2025. Dok. Aburobocon
Tiap tim menyiapkan sepasang robot pemain yang bisa bergerak otonom, semi otomatik, atau dikendalikan manual. Ukuran lapangan pertandingannya 15 x 8 meter persegi. Ukuran bolanya sesuai standar federasi bola basket dunia atau Fédération Internationale de Basketball (Fiba), pun ukuran papan dan keranjang bolanya.
Adapun tinggi ring bola basketnya diperpendek menjadi 2,4 meter. Seperti pemain orang, robot juga perlu memiliki kemampuan seperti membawa bola, mengoper, dan memasukkan bola ke keranjang lawan dalam kurun waktu 120-160 detik.








