Indramayu, wartajayavision.com.
Berbagai kuliner dan oleh-oleh khas Kabupaten Indramayu layak menjadi buah tangan saat berkunjung ke wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat. Di antaranya Ikan Jambal Roti, Dendeng Ikan Japuh, Keripik Tike, Cumi Asin, Mangga Gedong Gincu, Mangga Cengkir (Dermayu), Kerupuk Udang, Kerupuk Kulit Ikan, Sirup Mangrove, hingga Emping Melinjo. Kamis (30/7/2026).
Setiap daerah memiliki kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu makanan yang wajib dicicipi saat berada di Indramayu adalah Gomyang Ikan Manyung, olahan khas berbahan kepala ikan manyung atau jambal yang memiliki cita rasa gurih dan pedas.

Kabupaten Indramayu juga dikenal sebagai Kota Mangga, dengan dua varietas unggulan, yaitu Mangga Gedong Gincu dan Mangga Cengkir (Mangga Dermayu). Kedua jenis mangga tersebut memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam. Mangga Gedong Gincu memiliki bentuk lebih bulat dibanding mangga biasa, dengan kulit berwarna jingga kemerahan menyerupai gincu.

“Buah Mangga Gedong Gincu ini bisa menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan maupun pemudik yang melintas di Indramayu. Dari berbagai sumber, harga Mangga Gedong Gincu berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram,” kata Kadisparbud Jabar.
Sepanjang jalur Pantura Indramayu, mulai dari perbatasan Cirebon–Indramayu di wilayah Karangampel hingga Kecamatan Kandanghaur, tepatnya di Desa Eretan Wetan, terdapat banyak sentra pengolahan hasil laut.
Beberapa produk unggulan yang banyak dijumpai di antaranya Jambal Roti (ikan manyung), Sangeh (ikan kuro), Cumi Asin, Dendeng Manis Ikan Japuh/Tanjan, serta Kerupuk Kulit Ikan Manyung yang dikenal masyarakat setempat sebagai kerupuk katak.

Di kawasan Kota Indramayu, khususnya Kelurahan Paoman, terdapat sentra Batik Tulis Complongan Paoman, Pelabuhan Perikanan Karangsong, kawasan wisata Hutan Mangrove yang juga memproduksi Sirup Mangrove, serta berbagai industri rumahan penghasil Kerupuk Udang, Kerupuk Ikan, dan aneka olahan mangga.
Sebagai perbandingan, Kota Cirebon juga memiliki oleh-oleh khas seperti Kerupuk Melarat. Kerupuk ini memiliki keunikan karena dimasak tanpa minyak goreng, melainkan menggunakan pasir hitam yang dipanaskan hingga kerupuk mengembang.
“Konon, cara memasak inilah yang membuat makanan tersebut diberi nama Kerupuk Melarat,” ujar Kadisparbud Jabar.
Selain itu, Cirebon juga terkenal dengan Sirup Tjampolay atau Sirup Cap Buah Campolay, minuman legendaris yang telah diproduksi sejak tahun 1936 dan menjadi salah satu oleh-oleh favorit dari Kota Udang.

Sementara itu, Kabupaten Indramayu juga memiliki camilan khas Keripik Tike yang berasal dari Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang. Makanan ringan ini dibuat dari umbi tanaman tike yang hanya dapat dipanen pada musim tertentu. Hingga kini, proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional sehingga cita rasa khasnya tetap terjaga.
Beragam kuliner dan oleh-oleh tersebut menjadi bukti kekayaan cita rasa khas Pantura Indramayu yang patut dicoba sekaligus dibawa pulang sebagai buah tangan bagi keluarga dan kerabat.








