INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Bencana banjir rob kembali melanda wilayah pesisir utara Indramayu. Kedatangan air laut yang tidak diundang ini terus merepotkan warga pesisir, seperti di Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Air laut yang menerjang pemukiman warga tidak mengenal waktu—siang, malam, atau bahkan menjelang subuh—dan tidak dapat diprediksi.

Dampak bencana banjir rob ini sangat besar. Aktivitas warga untuk mencari nafkah terganggu, siswa kesulitan belajar karena sekolah mereka terendam, sektor perdagangan hasil laut terganggu, serta empang ikan dan sawah tergenang air asin. Tidak hanya itu, barang elektronik dan kendaraan bermotor milik warga juga mengalami kerusakan akibat banjir.
Merasa tidak tahan lagi, warga Desa Eretan Wetan, yang mewakili Desa Eretan Kulon dan Desa Kertawinangun, menyampaikan curahan hati mereka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sebuah surat terbuka dalam bentuk video dokumenter.

Video tersebut telah ditayangkan di kanal Facebook, TikTok, YouTube, dan media sosial lainnya. Isi utama dari surat tersebut adalah permintaan agar mereka dapat hidup layak tanpa ancaman banjir rob.
Hasil investigasi Media Warta Jaya Vision menunjukkan bahwa bencana banjir rob ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Kandanghaur, tetapi juga melanda seluruh wilayah pesisir utara Kabupaten Indramayu. Di Kecamatan Kandanghaur sendiri, dampaknya sangat merugikan warga baik secara material maupun non-material.

Banjir rob tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga mengganggu sarana perdagangan, merendam empang ikan dan sawah, serta menggenangi ruang kelas dan tempat ibadah. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 hingga 110 cm.
Warga sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Indramayu, serta pemerintah desa. Khususnya warga Desa Eretan Wetan meminta adanya perbaikan saluran lingkungan, pengurasan saluran, dan pemerataan pembangunan, baik infrastruktur maupun lainnya.
“Kami butuh perhatian yang tulus serta keikhlasan jiwa untuk membangun demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat,” harap warga dalam video dokumenter mereka.








