BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Di sudut Jalan Pusponegoro, tepatnya di samping BPR Bank Brebes, sebuah warung makan sederhana menjadi saksi bisu dinamika ekonomi mikro di awal tahun 2026.
Warung milik Ibu Kris, warga RT 03/RW 19 Kelurahan Brebes, kini menjadi salah satu potret UMKM yang mencoba tetap tegak berdiri meski dihantam badai kenaikan harga pangan.
Modernisasi di Meja Makan: QRIS Jadi Solusi
Ada yang menarik saat menyambangi warung ini. Berbeda dengan warteg konvensional pada umumnya, Ibu Kris Senin 9 Pebruari 2026 telah mengadopsi sistem pembayaran digital. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan, terutama kaum milenial dan pegawai kantor yang menjadi pelanggan setianya.
“Pembayaran bisa cash atau pakai QRIS. Kelebihannya kalau pakai dompet digital seperti GoPay, Dana, atau OVO, dananya bisa langsung cair hari itu juga. Kalau lewat rekening bank, biasanya harus tunggu besok pagi,” ujar Ibu Kris saat ditemui di warungnya.
Kehadiran QRIS di warung skala mikro seperti ini membuktikan bahwa literasi digital mulai merambah lapisan bawah, memudahkan transaksi tanpa perlu pusing memikirkan uang kembalian.
Harga Rakyat di Tengah Kenaikan Logistik
Meski harga bahan pokok sedang meroket, Ibu Kris masih mematok harga yang sangat terjangkau bagi kantong pelajar dan pekerja.
Nasi + Tempe: Rp6.000 – Rp7.000
Nasi + Ikan: Mulai dari Rp10.000
Namun, harga tersebut diakuinya semakin sulit dipertahankan. Ia mengeluhkan harga bumbu dapur dan kebutuhan pokok yang tidak stabil sejak akhir tahun 2025. “Harga sayuran mahal. Cabai kemarin sempat menyentuh Rp40.000 sampai Rp50.000 per kilogram. Belum lagi ayam, telur, dan bawang yang ikut naik,” tambahnya.
Warung yang sebelumnya dikelola oleh almarhumah Bu Kho (Budhe dari Ibu Kris) ini memang sedang mengalami penurunan omzet sejak akhir tahun lalu. Fenomena ini ternyata tidak hanya dirasakan olehnya, namun juga menjadi keluhan umum para pelaku usaha kecil di wilayah Brebes.
Menghadapi tahun 2026, Ibu Kris menyimpan harapan besar agar roda ekonomi kembali berputar kencang. Ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga pangan agar geliat UMKM tidak padam.
“Mudah-mudahan perekonomian bisa berubah lebih baik dan UMKM bisa jalan normal lagi seperti dulu,” pungkasnya dengan nada optimistis.
Bagi warga Brebes yang rindu masakan rumah dengan harga ramah kantong, Warung Ibu Kris di Jalan Pusponegoro ini tetap menjadi pilihan utama, lengkap dengan kemudahan teknologi di ujung jari.









