Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Lebak
Sebanyak 3.473 tenaga honorer di Kabupaten Lebak akhirnya resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Berbeda dengan daerah lain yang hanya menyerahkan Surat Keputusan (SK), Pemkab Lebak memberikan penghargaan dengan melaksanakan pelantikan secara langsung.
Pelantikan ini dilakukan oleh Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya di lapangan Stadion Uwes Qorni pada Senin (22/12). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari perjuangan dan dukungan kuat dari Pemkab Lebak.
“Berkat perjuangan dan dukungan kuat dari Pemkab Lebak, akhirnya sebanyak 3.473 tenaga honorer resmi beralih status dari tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK Paruh Waktu,” ujar ketua Ikatan Pegawai Non ASN (IPNA) kabupaten Lebak Bahri Permana kepada JPNN, Minggu (28/12).
Bahri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Lebak yang telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah PPPK Paruh Waktu secara langsung. Ia menilai Bupati Lebak sebagai pemimpin yang responsif dan paham akan harapan para PPPK Paruh Waktu.
“Pelantikan di musim penghujan dengan menghadirkan ribuan orang pegawai bukan perkara mudah, bahkan di beberapa daerah ada yang melaksanakan pelantikan via zoom meeting atau hanya perwakilan,” jelas Bahri.
Mewakili seluruh PPPK Paruh Waktu, Bahri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya yang telah melantik secara langsung 3.473 PPPK Paruh Waktu di Stadion Uwes Qorni. “Alhamdulillah cuacanya mendukung, situasinya berjalan aman dan kondusif,” ucap Bahri.
Setelah dilantik, Bahri mengajak seluruh PPPK Paruh Waktu untuk melakukan refleksi. Menurutnya, pelantikan bukan sekadar perayaan, tetapi lebih dari itu merupakan penyematan tugas dan tanggung jawab kepada PPPK Paruh Waktu untuk menjadi ASN yang BerAKHLAK dan mendukung pencapaian visi pembangunan Lebak RUHAY (Rukun, Unggul, Hegar, Aman, Yakin).
“Pelantikan bukan sekadar perayaan, tetapi penyematan tugas dan tanggungjawab kepada kita untuk menjadi ASN yang berAKHLAK, serta mendukung pencapaian visi pembangunan Lebak RUHAY,” pungkasnya.
Proses Pelantikan dan Kepuasan Peserta
Proses pelantikan ini disambut antusias oleh ribuan peserta. Bahri menyebutkan bahwa pelantikan yang dilakukan secara langsung merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi para PPPK Paruh Waktu dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Selain itu, pelantikan ini juga menjadi momen penting bagi para PPPK Paruh Waktu untuk memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Bahri menekankan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Dalam acara tersebut, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pengambilan sumpah dan mendengarkan pidato dari Bupati Lebak. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya Pemkab Lebak dalam memastikan bahwa semua PPPK Paruh Waktu memahami hak dan kewajiban mereka sebagai ASN.
Tantangan dan Harapan
Meskipun pelantikan berjalan lancar, Bahri mengakui bahwa ada tantangan yang dihadapi selama proses pelantikan. Salah satunya adalah cuaca yang kurang bersahabat. Namun, dengan persiapan yang matang dan dukungan dari masyarakat, acara berlangsung dengan baik.
Harapan besar diarahkan kepada para PPPK Paruh Waktu agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Bahri berharap, dengan status baru mereka, para PPPK Paruh Waktu bisa lebih berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kesimpulan
Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Lebak menjadi momen penting yang menandai perubahan status para tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara. Dengan pelantikan yang dilakukan secara langsung dan penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Lebak, para PPPK Paruh Waktu diharapkan mampu menjalankan tugas dengan tanggung jawab dan dedikasi tinggi.









