Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem pada hari Minggu (4/1/2026) dan Senin (5/1/2026). Dalam pernyataannya, BMKG menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat serta angin kencang. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

BMKG menyarankan masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem melalui berbagai saluran resmi seperti situs web www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial @infobmkg. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Masyarakat juga dihimbau agar menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang. Selain itu, penting untuk menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang tampak rapuh guna mengurangi risiko cedera akibat bencana hidrometeorologi.

Penyebab Hujan dan Angin Kencang

Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memperkirakan adanya peningkatan signifikan dalam kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer yang masih aktif.

Siklon Tropis Iggy yang saat ini berada di Samudra Hindia selatan Jawa diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Meskipun demikian, sistem ini dapat memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi.

Selain itu, sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi). Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah yang terpengaruh oleh bibit siklon dan sirkulasi siklonik.

Suhu muka laut yang relatif hangat juga turut memperkaya suplai uap air, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif dan hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Fenomena Atmosfer Global dan Regional

Beberapa fenomena atmosfer global dan regional juga berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan. Misalnya, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator masih terpantau aktif dalam sepekan ke depan.

El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif, yang mengindikasikan La Nina lemah. Kondisi ini cenderung mendukung peningkatan konveksi di wilayah Indonesia.

Selain itu, seruan udara dingin (cold surge) dari Asia diperkirakan akan menguat dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi dari semua faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang perlu diantisipasi.

Prakiraan Hujan dan Angin Kencang pada 4-5 Januari 2026

BMKG memberikan prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada 4-5 Januari 2026 sebagai berikut:

Minggu, 4 Januari 2026

  • Hujan sedang-lebat:
    Aceh
    Sumatera Utara
    Kepulauan Riau
    Jambi
    Sumatera Selatan
    Kepulauan Bangka Belitung
    Bengkulu
    Banten
    DI Yogyakarta
    Bali
    Nusa Tenggara Barat
    Nusa Tenggara Timur
    Kalimantan Barat
    Kalimantan Tengah
    Kalimantan Timur
    Kalimantan Utara
    Kalimantan Selatan
    Sulawesi Utara
    Gorontalo
    Sulawesi Tengah
    Sulawesi Selatan
    Sulawesi Tenggara
    Papua Barat Daya
    Papua Barat
    Papua Tengah
    Papua Pegunungan
    Papua
    Papua Selatan.

  • Hujan lebat-sangat lebat:
    Jawa Barat
    Jawa Tengah
    Jawa Timur
    Sulawesi Barat
    Maluku Utara
    Maluku.

  • Angin kencang:
    Aceh
    Maluku
    Nusa Tenggara Timur.

Senin, 5 Januari 2026

  • Hujan sedang-lebat:
    Aceh
    Sumatera Utara
    Riau
    Jambi
    Sumatera Selatan
    Kepulauan Bangka Belitung
    Bengkulu
    Lampung
    Banten
    Jawa Timur
    Bali
    Nusa Tenggara Timur
    Kalimantan Barat
    Kalimantan Tengah
    Kalimantan Timur
    Kalimantan Utara
    Kalimantan Selatan
    Sulawesi Utara
    Gorontalo
    Sulawesi Tengah
    Sulawesi Barat
    Sulawesi Selatan
    Sulawesi Tenggara
    Maluku
    Papua Barat Daya
    Papua Barat
    Papua Tengah
    Papua Pegunungan
    Papua
    Papua Selatan.

  • Angin lebat-sangat lebat:
    Maluku Utara.

  • Angin kencang:
    Maluku
    Nusa Tenggara Timur
    Papua Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *