BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, menjalankan program penggemukan domba sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa.
Pengawas BUMDes Kedungoleng, Wagyo, pada Minggu (8/3/2026) menjelaskan bahwa program tersebut dikelola langsung oleh BUMDes di bawah kepemimpinan Direktur BUMDes, Asobani. Program ini menerapkan manajemen waktu yang terencana dengan siklus panen sekitar 80 hari.
“Program ini merupakan bagian dari upaya ketahanan pangan desa, dengan pengelolaan yang terencana hingga masa panen,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Kedungoleng, Tasir, S.Pd., yang mendorong integrasi antara sektor peternakan dan pertanian agar kemandirian pangan desa dapat tercapai.

Target panen penggemukan domba dijadwalkan pada 12 Maret 2026, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Kepala Desa Kedungoleng, Tasir, S.Pd., menyampaikan bahwa pemerintah desa sangat mendukung program ketahanan pangan, baik di sektor peternakan maupun pertanian. Ia juga berharap BUMDes Kedungoleng dapat menjalin kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kecamatan Paguyangan.
Menurutnya, kolaborasi antara peternak domba dan program MBG berpotensi menjadi model penguatan kemandirian pangan di tingkat desa sekaligus mendukung program nasional.
Dalam program tersebut, BUMDes melakukan penggemukan terhadap 100 ekor domba dengan modal awal sekitar Rp70 juta. Pemeliharaan dilakukan oleh satu orang pekerja selama kurang lebih 2,5 bulan.
Selama masa pemeliharaan, kebutuhan pakan mencapai sekitar 7 ton dengan estimasi harga Rp6.000 per kilogram, sehingga total biaya pakan sekitar Rp7 juta.

Sementara untuk tenaga kerja, diberikan kompensasi biaya pemeliharaan sebesar Rp50.000 per hari untuk satu orang pekerja.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai program pemerintah di bidang ketahanan pangan.









