Wartajayavision.com,, Jakarta – Di tengah gempuran teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial, kebocoran data pribadi bukan lagi isu yang bisa dianggap remeh. Informasi yang seharusnya bersifat privat bisa saja tersebar dan disalahgunakan, bahkan menyeret pemiliknya ke persoalan hukum. Karena itu, penting bagi pengguna Internet untuk rutin memeriksa apakah data pribadinya masih aman atau telah bocor.
Jenis Data yang Paling Sering Bocor
Dilansir dari laman Bitdefender, para peretas dan pelaku kejahatan digital sangat mengincar data pribadi. Jenis informasi yang kerap bocor dalam pelanggaran data antara lain:
- Nomor kartu kredit dan data finansial lainnya.
- Nomor identitas kependudukan.
- Alamat rumah dan nomor telepon.
- Email beserta kombinasi kata sandi.
- Data medis dan biometrik (sidik jari, foto wajah).
- Aktivitas daring dan preferensi pribadi.
Cara Memeriksa Kebocoran Data
Dikutip dari laman Hypernet, berikut tiga cara mudah untuk memeriksa kemungkinan kebocoran data pribadi:
1. Menggunakan Platform Keamanan Digital
Perangkat lunak keamanan seperti antivirus dan firewall tak hanya melindungi gawai dari serangan virus. Beberapa platform kini juga menyediakan fitur pemeriksaan kebocoran data. Salah satunya adalah Avast, yang memiliki layanan hack check. Pengguna cukup mengakses situs resmi Avast, memasukkan alamat email, dan mengklik tombol Check Now. Dalam hitungan detik, hasilnya akan terlihat, apakah email yang dimiliki pernah terlibat dalam insiden kebocoran data.
2. Manfaatkan Antivirus yang Terpasang
Jika sudah memiliki antivirus di perangkat, fitur pemindaian menyeluruh bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi malware yang berpotensi mencuri data pribadi. Lakukan full system scan secara berkala. Jika ditemukan aktivitas mencurigakan atau file yang tidak dikenal, segera periksa detailnya, mulai dari jenis ancaman hingga lokasi file tersebut. Bila berkaitan dengan data sensitif, sebaiknya segera diisolasi atau dihapus.
Pastikan juga antivirus yang digunakan selalu diperbarui agar mampu mengenali ancaman terbaru. Beberapa antivirus juga memiliki fitur pemantauan aktivitas secara real-time yang akan memberi peringatan jika ada aktivitas yang berpotensi mencurigakan.
3. Cek Melalui Firefox Monitor
Selain menjadi peramban Internet, Mozilla Firefox juga menyediakan layanan pengecekan data bocor lewat platform Firefox Monitor. Cara penggunaannya cukup sederhana. Buka laman https://monitor.firefox.com, ketikkan alamat email, lalu klik tombol Get Free Scan. Dalam waktu singkat, Firefox akan mencocokkan email Anda dengan database kebocoran data yang telah terjadi. Jika email ditemukan dalam masalah tertentu, Firefox akan memberi informasi mengenai situs yang terdampak serta detail kebocorannya.
Beberapa tindakan mandiri yang disarankan ketika mengetahui kebocoran data antara lain mengganti semua kata sandi yang terdampak sebagai langkah pertama dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan. Jangan klik tautan mencurigakan dari email atau pesan teks, dan pastikan Anda hanya melakukan reset dari situs resmi.
Waspada juga terhadap email phishing, pesan palsu, dan telepon penipuan; memantau transaksi keuangan dan laporan mutasi bank; mengaktifkan notifikasi login yang mencurigakan; serta mengganti sandi hanya lewat situs resmi.








