Debut seorang kiper dalam kompetisi Liga Champions sering kali menjadi momen yang sangat dinantikan. Namun, bagi Antonin Kinsky, kiper Tottenham Hotspur, debutnya justru menjadi malapetaka yang akan diingat selamanya. Dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar melawan Atletico Madrid, Kinsky hanya bertahan selama 17 menit sebelum kebobolan tiga gol yang membuat namanya tercatat dalam sejarah dengan catatan negatif.

Pertandingan yang berlangsung di markas Atletico Madrid pada Selasa (10/3/2026) menjadi momen paling buruk dalam kariernya. Dua dari tiga gol yang masuk ke gawangnya berasal dari kesalahan dirinya sendiri. Pada menit keenam, Kinsky terpeleset saat mencoba mengoper bola kepada rekan setim. Kesalahan ini berujung pada gol pembuka yang dicetak oleh Marcos Llorente.

Kemudian, di menit ke-14, giliran Micky van de Ven yang terpeleset saat menyambut back-pass dari Pape Matar Sarr. Gol kedua Atletico Madrid datang dari tembakan Antoine Griezmann. Meski bukan kesalahan langsung Kinsky, situasi ini semakin memperparah rasa malu yang dialaminya.

Hanya satu menit kemudian, blunder kedua Kinsky muncul. Ia gagal meneruskan bola kepada Kevin Danso di sisi kanannya, sehingga Julian Alvarez dengan mudah mencetak gol ketiga untuk Atletico Madrid. Setelah itu, pelatih Igor Tudor memutuskan untuk menarik Kinsky keluar lapangan. Dalam waktu 17 menit saja, posisinya digantikan oleh Guglielmo Vicario, kiper utama The Lilywhites.

Reaksi terhadap keputusan pelatih ini cukup keras. Banyak yang merasa bahwa memasang Kinsky, yang baru saja bergabung dengan Spurs di bursa transfer Januari 2025, dalam laga penting seperti ini adalah langkah yang tidak bijak. Eks kiper Tottenham, Paul Robinson, menilai bahwa keputusan Tudor tidak membantu Kinsky dan justru bisa merusak karier sang kiper muda.

Tudor memberikan penjelasan atas keputusan tersebut. Ia mengatakan bahwa pergantian kiper dilakukan untuk melindungi pemain dan tim. “Saya sudah melatih selama 15 tahun, dan ini adalah pertama kalinya saya melakukan hal seperti ini,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa Kinsky adalah kiper yang baik, tetapi kesalahan terjadi dalam pertandingan besar.

Meski demikian, keputusan Tudor mendapat kritik dari banyak pihak. Beberapa mantan pemain dan pengamat sepak bola menilai bahwa pelatih harus lebih mempertimbangkan keberlanjutan karier para pemain muda. “Anda membutuhkan seseorang yang bisa mendukung para pemain dan tidak mengkritik mereka,” kata Robinson.



Setelah ditarik keluar, Kinsky tampak sangat terpukul. Ia dihibur oleh rekan-rekan setim dan bahkan beberapa kiper lain seperti David de Gea memberikan dukungan. Namun, dampak dari debut yang mengerikan ini bisa sangat berpengaruh pada masa depannya.

Tottenham Hotspur kini menghadapi situasi sulit. Mereka kalah 2-5 dari Atletico Madrid dan harus membuat keajaiban di leg kedua jika ingin lolos ke perempat final. Debut Kinsky yang buruk menjadi salah satu faktor yang memperkuat tekanan pada pelatih dan seluruh tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *