Kondisi Pasien Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

Pasien korban kebakaran Panti Werdha Damai Manado masih menjalani perawatan di rumah sakit. Awalnya, ada 16 pasien yang dirawat di RSUD Manado, namun kini hanya tersisa 10 orang yang masih menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, terdapat dua lansia yang tidak memiliki keluarga.

Direktur RSUD Manado, dr. Hesky Lintang, mengungkapkan bahwa para pasien masuk secara bertahap. Sebanyak 14 pasien pertama kali dibawa ke RSUD Manado, kemudian dua pasien tambahan datang setelahnya. Salah satu pasien sempat dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou karena memiliki riwayat penyakit jantung. Setelah dirawat intensif, pasien tersebut telah kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya.

Selain itu, empat pasien lainnya juga telah dipulangkan dan dijemput oleh keluarga masing-masing. Salah satu dari 10 pasien yang masih dirawat, Ang Soei Lan, mengalami luka bakar dengan luas sekitar 40 persen. Meski kondisinya masih membaik, pihak rumah sakit masih menilai apakah akan dilakukan perawatan lanjutan di sini atau tidak.

Kondisi kesehatan pasien secara umum stabil, meskipun sebagian besar mengalami gangguan pola tidur akibat trauma pascakebakaran. “Kalau yang lain sebenarnya kondisinya cukup baik, hanya terganggu pola tidurnya karena trauma,” ujar dr. Hesky.

Pihak rumah sakit saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terkait penanganan lanjutan bagi kedua pasien yang tidak memiliki keluarga.

Pesan Kevin Supit, Cucu Tiri Urus Jenazah Opa yang Jadi Korban Kebakaran Panti Werdha Manado

Kevin Supit (24) berdiri sendiri di ruang jenazah RS Bhayangkara Manado Selasa 30 Desember 2025. Selasa siang itu Kevin harus mengurus kepergian orang yang paling berjasa dalam hidupnya. Kevin adalah cucu tiri dari Herry Lombogia (70), salah satu korban kebakaran Panti Werdha Damai Manado, Minggu 28 Desember 2025.

Herry, warga Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, menjadi satu dari korban yang jasadnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Seluruh proses pengurusan jenazah dilakukan Kevin seorang diri. Dari memastikan identitas opa Herry, menunggu peti mati disiapkan, hingga menyelesaikan administrasi rumah sakit.

Pantauan Tribun Manado, Kevin tampak mondar-mandir di ruang jenazah, memastikan jasad sang opa benar-benar ada di sana. Ia menyampaikan pesan yang keluar dari kedalaman hatinya: “Kalau kalian masih punya orang tua, urus mereka. Jangan titipkan di panti, selama masih mampu.”

Kevin menuturkan, awalnya tak tahu opanya masuk panti Werda. Yang ia tahu, sang opa masuk rumah sakit karena sakit stroke. “Ternyata sudah ke panti Werda,” katanya. Dirinya terhitung rajin menyambangi Panti Werda untuk mengunjungi sang kakek. Setiap melihatnya, sang kakek merasa senang.

Kevin mengetahui kabar opanya meninggal dunia dari medsos. Seorang temannya memberi tahu tentang kebakaran panti Werda tempat opanya jalani perawatan. Jenazah Herry sesungguhnya sulit dikenali secara fisik. Tapi Kevin mengenali kalung sang opa. Ia menunjukkan kalung tersebut dan foto sang opa memakai kalung itu.

4 Jenazah Teridentifikasi

Sebanyak empat dari 16 jenazah korban jiwa dalam kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulut, berhasil diidentifikasi oleh Polda Sulut. Empat nama tersebut adalah:

  • Herry Lombogia (70) alamat Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Manado.
  • Jansen Maringka (65) alamat Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario.
  • Oli Klara Kemur (85) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua.
  • Merry Baramuli Dengah (83) alamat Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan melalui Kabid Dokkes Kombes Pol Tasrif menuturkan, identifikasi berhasil dilakukan setelah pihaknya berhasil mencocokkan ante mortem dan post mortem. “Kami bekerja sejak pukul delapan malam untuk mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan pos mortem dari hasil penyelidikan dan selanjutnya dilakukan rekonsiliasi,” katanya.

Ia menuturkan jenazah keempat korban teridentifikasi melalui medis dan properti dengan jenazah. Ungkap dia, keempat jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di pekuburan Pemkot Manado. Untuk 12 jenazah lainnya, kata dia, tengah dalam proses identifikasi. “Kami tengah memeriksa DNA,” kata dia.

5 Fakta Kebakaran Panti Werdha Damai

  1. Dugaan Awal Sumber Api hingga Panti Werdha Disebut Tak Ada Penjaga Saat Kejadian

    Api diduga muncul dari bagian belakang bangunan dan dengan cepat menyebar ke seluruh area, menyebabkan kepanikan dan kesulitan evakuasi. Petugas pemadam kebakaran, relawan, dan warga sekitar bekerja sama untuk memadamkan api dan menyelamatkan para lansia. Di tengah kepanikan, petugas Damkar berjuang keras memadamkan api sekaligus membuka akses evakuasi.

  2. Para Korban Dioper Lewati Pagar dan Dinding Samping Panti

    Relawan, warga sekitar, hingga petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan para lansia yang terjebak. Sejumlah penghuni yang dalam kondisi lemah dan menggunakan kursi roda harus dibopong keluar. Mereka dievakuasi melalui pagar dan dinding samping panti dengan cara saling mengoper tubuh korban agar bisa segera menjauh dari api.

  3. Daftar Nama Korban Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

    Terbakarnya Panti Werdha Damai Manado ini menewarkan 16 penghuni panti lansia, sementara 16 lainnya berhasil diselamatkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado, 16 korban selamat saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Manado.

  4. Kesaksian Oma Rolin, Lansia yang Selamat dari Kebakaran Panti Werdha Manado

    Mujizat itu nyata, hal ini dengan lantang dikumandangkan oleh Rolin (64). Saat ditemui TribunManado.com di ruang lantai 6 RSUD Manado, Senin (29/12/2025), oma Rolin tengah beristirahat. Ia berbaring di ranjang rumah sakit dengan dijagai keponakannya. “Saya tak apa apa, hanya shock,” kata dia kepada Tribun manado.

  5. Ketukan Pintu Selamatkan Nyawa Ci Hoa

    Di atas ranjang ruang IGD RSUD Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Lao Kiem Hoa (73) terbaring lemah. Lansia yang akrab disapa Ci Hoa itu masih menyimpan trauma usai lolos dari insiden kebakaran Panti Werdha Ranomuut, Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (28/12/2025) malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *