BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Menyongsong bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, DPRD menggelar dialog interaktif di Stasiun Radio Singosari FM Brebes pada Sabtu (21/02/2026). Diskusi ini Zaki Safrudin Prihatin DPRD Jawa Tengah dari Partai Amanat Nasional.
menyoroti bagaimana esensi ibadah puasa harus berdampak nyata pada stabilitas ekonomi dan ketertiban umum di tengah masyarakat.
Spiritualitas yang Membuahkan Solidaritas
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa keberhasilan ibadah di bulan Ramadan tidak hanya diukur dari aspek ritual personal, tetapi juga dari indikator sosial. Meningkatnya nilai spiritual seseorang seharusnya berbanding lurus dengan tumbuhnya rasa kepedulian terhadap sesama.
“Jika nilai spiritualitas naik namun kepekaan sosial tetap jalan di tempat, maka ada yang kurang dalam proses ibadah kita. Ramadan adalah momentum emas untuk memperkuat ikatan sosial dan saling membantu,” ungkap Zaki Safrudin Prihatin dalam dialog tersebut.
Kemenangan Sejati: Konsistensi Pasca-Ramadan
Poin krusial lainnya yang dibahas adalah makna “kemenangan”. Dewan menekankan bahwa kemenangan sejati bukanlah sekadar perayaan Idul Fitri, melainkan konsistensi (istiqamah) dalam menjaga perilaku baik. Kebaikan yang dilakukan selama Ramadan harus menjadi fondasi karakter yang terus dibawa di bulan-bulan berikutnya, bukan sekadar musiman, ujar Zaki Safrudin Prihatin.
Peran Strategis DPRD Selama Bulan Suci
Sebagai lembaga representasi rakyat, DPRD berkomitmen menjalankan tiga fungsi utamanya demi memastikan masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang dan produktif:
Fungsi DPRD Fokus Aksi
Pengawasan Memastikan stabilitas harga pangan, ketersediaan stok kebutuhan pokok, dan terjaganya ketertiban umum.
Penyerap Aspirasi Membuka ruang komunikasi bagi pedagang kecil dan pelaku ekonomi agar roda usaha warga tetap berjalan lancar.
Kebijakan & Anggaran Menyusun regulasi dan alokasi anggaran yang mendukung program kesejahteraan serta perlindungan sosial.
Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Ketertiban
Menutup dialog, ditegaskan bahwa sinergi antara kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban serta peran aktif DPRD dalam pengawasan pasar adalah kunci. Dengan harga pangan yang stabil dan suasana lingkungan yang kondusif, masyarakat dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah tanpa terbebani masalah ekonomi yang mendasar.
Dialog interaktif ini menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah kerja kolaboratif. Sembari masyarakat memperkuat diri secara spiritual, DPRD hadir untuk memastikan sistem pendukung baik ekonomi maupun keamanan tetap berdiri kokoh demi kenyamanan bersama.









