Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026). Beberapa saham seperti IMPC, ARCI, dan VKTR direkomendasikan oleh analis dalam perdagangan awal pekan ini.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup perdagangan pekan lalu dengan koreksi sebesar 0,03% ke posisi 8.271. Selain itu, tercatat adanya net foreign sell senilai Rp360,91 miliar di pasar reguler. Analis menilai bahwa pelemahan yang terbatas tersebut sejalan dengan kinerja bursa Asia yang cenderung lesu akibat ketegangan antara AS dan Iran.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa kinerja IHSG saat ini masih berada di level 8.150—8.230, yang cenderung konstruktif. Dengan demikian, ia memprediksi bahwa peluang rebound IHSG masih terbuka ke depannya.

”Peluang rebound tetap terbuka dengan target resistance pada area psikologis 8.400. Dari sisi sentimen, pasar sedang memperhatikan progres komunikasi OJK dan BEI terkait proposal kepada MSCI dan FTSE, serta dinamika lanjutan pasca pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS yang berpotensi membuka ruang negosiasi dagang lanjutan antara Indonesia dan AS,” ujarnya dalam riset harianannya, Senin (23/2/2026).

Selain itu, pasar juga akan memperhatikan rilis data money supply dalam negeri. Hal ini dinilai sebagai katalis yang akan diperhatikan secara jangka pendek oleh pasar.

Pada perdagangan hari ini, analis merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC). Reza menilai bahwa pergerakan saham IMPC saat ini sedang pullback pada area support di level Rp2.180—Rp2.310. Jika saham ini tetap berada di atas level tersebut, maka peluang menguat dinilai terbuka lebar.

Analis merekomendasikan buy pada area Rp2.200—Rp2.350, dengan target harga pada Rp2.550 dan Rp2.800. Stop loss saham ini berada pada level kurang dari Rp2.150 per saham.

Selain itu, analis turut mempertimbangkan sanksi yang dijatuhkan OJK kepada tiga pihak yang terbukti melakukan transaksi semu pada perdagangan saham IMPC periode Januari—April 2016 sebagai sentimen tambahan terhadap rekomendasi saham ini.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) karena pergerakan saham yang tengah membentuk pola cup and handle dengan level neckline di Rp1.765. Analis merekomendasikan buy pada area Rp1.790—Rp1.810, dengan target harga pada Rp1.955 dan Rp2.070. Stop loss saham ini berada pada area kurang dari Rp1.750.

”Sentimen tambahannya adalah harga emas yang melonjak menembus US$5.080 per ons, menguji level tertinggi bulanan, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven,” tambahnya.

Selanjutnya, analis merekomendasikan saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) dengan area beli pada level Rp980—Rp1.020 dan target harga pada level Rp1.140 dan Rp1.295. Stop loss saham VKTR berada pada area kurang dari Rp900.

Secara teknikal, pergerakan saham VKTR saat ini sedang pullback pada range support di level Rp890—Rp965. Menurut analis, jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka potensi menguat menuju target harga terbuka.

Terakhir, analis merekomendasikan sell saham PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI), karena pergerakan sahamnya telah mampu menembus level support pada Rp735 dengan peningkatan volume jual. Meskipun selebriti Nagita Slavina disebut bakal mengakuisisi VISI, analis memperingatkan potensi pelemahan jangka pendek hingga target support terbaru pada level Rp585.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Wartajayavision.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *