Wartajayavision.com,, Jakarta – Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sepanjang Senin sore hingga tengah malam, 7 Juli 2025, langsung berdampak banjir di banyak titik lokasi di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, juga Bekasi.

Data curah hujan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bagaimana sebaran banjir bisa mengungkung wilayah Tangerang Selatan, misalnya. Termasuk menjawab kenapa relatif tidak ada laporan banjir atau tanah longsor di wilayah Bogor–tak seperti dampak hujan akhir pekan lalu.

Data BMKG menunjukkan semacam dua kutub curah hujan ekstrem sepanjang Senin pagi pukul 7 WIB sampai Selasa pagi pukul 7 WIB, 7-8 Juli 2025. Satu kutub ada di wilayah Tangerang dan yang lain di Bekasi.

Hujan ekstrem di Tangerang ditunjukkan lewat data Stasiun Meteorologi Curug yang melaporkan angka curah hujan total 174 mm. Sedangkan hujan ekstrem yang turun di Bekasi terwakili laporan Automatic Rain Gauge Bekasi yang mencatat angka 160 mm.

Seperti diketahui, BMKG menetapkan hujan tergolong ekstrem apabila intensitasnya lebih dari 150 mm per hari. Peta sebaran hujan dari BMKG menunjukkan daerah sekitar stasiun-stasiun pengamatan hujan itu juga memiliki hujan sangat lebat (100-150 mm per hari) dan hujan lebat (50-100 mm per hari).

Peta sebaran hujan di Jabodetabek Senin pagi hingga Selasa pagi, 7-8 Juli 2025. BMKG

Di antara keduanya, curah hujan bervariasi. Beberapa lokasi dilaporkan menerima hujan lebat seperti di Ciputat, Tangerang Selatan (96 mm). Lainnya adalah Stasiun Pompa Arcadia (98 mm), Manggarai (93 mm), Krukut Hulu (88 mm), Ciganjur (86 mm), Setiabudi Timur (84 mm) seluruhnya di Jakarta Selatan.

Banyak wilayah lainnya menerima curah hujan kurang dari itu atau hujan intensitas sedang (20-50 mm per hari). Termasuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.

Banjir Bertahan sampai Pagi-Siang

Banjir karena hujan deras Senin sore-malam menyebabkan banjir di 22 titik lokasi di Kota Tangerang Selatan. Di dalamnya mencakup permukiman dan ruas jalan. Di antaranya ada yang bertahan sampai Selasa pagi seperti di dalam perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren.

Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, sebanyak empat wilayah kecamatan Curug, Legok, Kelapa Dua, dan Pasar Kemis masih dalam keadaan darurat bencana pada hari ini. Sedikitnya 650 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air 40 sentimeter hingga 1,5 meter.

Banjir yang melanda di permukiman warga kampung Ciswreh, Desa Kadu Jaya, Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa 8 Juli 2025. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

“Jumlah KK estimasi dari beberapa titik kurang lebih ada 650 KK,” kata Kepala berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, kepada Antara.

Jalan Raya Cipondoh Kota Tangerang, di depan Perumahan Ciledug Indah, hingga Selasa siang juga masih terendam banjir dan belum bisa dilalui kendaraan dampak luapan Kali Angke. Adapun di Jakarta, BPBD setempat menyebutkan banjir masih menggenangi 58 Rukun Tetangga (RT) yang berada di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat hingga Selasa siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *