Wartajayavision.com,, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak Senin sore hingga malam, 7 Juli 2025, memicu banjir Jakarta di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga Selasa pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 35 Rukun Tetangga (RT) masih tergenang air.

Menurut BPBD, kondisi ini dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan pasang maksimum air laut akibat fase Bulan Baru dan Perigee yang memperkuat potensi rob, sebagaimana diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam peringatan dini banjir pesisir.

Wilayah Terparah: Jakarta Selatan

Seperti dikutip dari Antara, BPBD menyebutkan bahwa Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yaitu 25 RT. Di Kelurahan Duren Tiga, ketinggian genangan mencapai 130 cm akibat luapan Kali Mampang. Kelurahan lain yang juga terdampak parah adalah Kuningan Barat (95 cm), Jati Padang (85 cm), dan Pela Mampang (60 cm).

Warga membersihkan lumpur sisa banjir di Kramat Jati, Jakarta, 7 Juli 2025. Tempo/Ilham Balindra

Sementara itu, Jakarta Barat mencatatkan 7 RT terdampak. Genangan tertinggi terjadi di Kedaung Kali Angke dengan ketinggian 50 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Cengkareng. Tiga ruas jalan yang masih tergenang di wilayah ini adalah Jl. Adi Karya (40 cm), Jl. Bojong Indah Raya (30 cm), dan Jl. Raya Daan Mogot KM 11 (20 cm).

Jakarta Utara dan Timur

Di Jakarta Utara, genangan mencapai 65 cm di Kelurahan Kapuk Muara, yang disebabkan kombinasi hujan dan pasang laut. Jakarta Timur mencatat satu RT terdampak di Kelurahan Balekambang dengan ketinggian air 30 cm.

BPBD juga mencatat genangan di Jakarta Pusat, tepatnya di Kelurahan Bendungan Hilir, dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Wilayah-wilayah Tergenang (Per 7 Juli 2025, 21.00 WIB)

Berikut rincian wilayah yang masih tergenang berdasarkan keterangan BPBD DKI:

1. Jakarta Barat

– Kel. Semanan: 1 RT (30 cm) – Luapan Kali Semanan

– Kel. Duri Kepa: 2 RT (40 cm)

– Kel. Sukabumi Selatan: 2 RT (75 cm)

– Kel. Sukabumi Utara: 2 RT (40–60 cm)

2. Jakarta Selatan

– Kel. Cilandak Barat: 1 RT (70 cm) – Luapan Kali Krukut

– Kel. Jagakarsa: 1 RT (30 cm) – Luapan Kali Lengong

– Kel. Cilandak Timur: 3 RT (40–90 cm) – Luapan Kali Krukut

– Kel. Pondok Labu: 1 RT (120 cm)

3. Jakarta Timur

– Kel. Balekambang: 1 RT (30 cm)

4. Jakarta Utara

– Kel. Kapuk Muara: 2 RT (25–35 cm) – Rob

Pengungsian dan Penanganan

Hingga saat ini, BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan enam titik pengungsian, antara lain:

– Masjid Al Mujahidin, Jati Padang – menampung 140 jiwa

– Mushola Al Inayah, Pejaten Barat – menampung 60 jiwa

Selain itu, di Jakarta Timur juga terdapat titik pengungsian seperti Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina, RPTRA Bidara Cina, dan beberapa masjid dan sekolah di Kampung Melayu dan Cililitan, yang secara total menampung 371 jiwa atau 105 keluarga.

Wilayah yang Sudah Surut

Sejumlah wilayah dilaporkan sudah tidak lagi tergenang air, antara lain:

– Kelurahan Petogogan (40 RT)

– Kelurahan Kebon Jeruk, Cipete Utara, Jagakarsa, Cilandak Timur

– Kelurahan Lebak Bulus, Ciganjur, Pondok Labu

Ruas jalan yang sebelumnya tergenang banjir Jakarta dan kini kering antara lain:

– Jl. H.R. Rasuna Said (Kel. Guntur)

– Jl. Gaya Motor Raya dan Gaya Motor 2 (Kel. Sungai Bambu)

– Jl. Perumahan Green Garden (Kel. Kedoya Utara)

Adil Al Hasan, Novali Panji Nugroho, Irsyan Hasyim dan Antara turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *