Kota Tegal, Wartajayavision.com — Bertempat di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada hari Sabtu (2/8), reses Tengku Rayhan Makarim dari Fraksi Amanat Persatuan DPRD Kota Tegal berlangsung khidmat.
Tengku Rayhan Makarim dari Partai PAN Kota Tegal, atau lebih akrab dipanggil Rayhan, menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tegal di Komisi 1, yang salah satunya membidangi pendidikan.
Kendati demikian, dalam resesnya Rayhan turut mengundang DPU PR.
Disampaikan Rayhan bahwa DPU PR masih memiliki keterkaitan dengan sub-bidangnya karena berkaitan dengan pembangunan, terutama pembangunan yang mengarah pada pencegahan banjir, khususnya banjir yang acapkali terjadi di sekolah-sekolah di Kota Tegal.
“Dalam reses masa persidangan ketiga tahun 2025 yang saya laksanakan, saya sengaja mengundang DPU PR. Meski terasa tidak sesuai dengan komisi saya, namun masih berkesinambungan. Mengapa demikian? Karena DPU PR-lah yang bisa melakukan rencana pembangunan, terutama pencegahan banjir, di mana di beberapa titik di Kota Tegal masih banyak sekolah-sekolah yang kebanjiran saat musim penghujan,” tandas Rayhan.

Sosok yang dikenal ramah dan penuh kepedulian tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya hanyalah sebagai wakil rakyat yang sudah dipilih, dipercaya, dan disumpah agar amanah menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakatnya.
Reses Tengku Rayhan Makarim dari Partai PAN Dapil Tegal Selatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Tegal Selatan.
Kardi (72), salah satu warga Tegal Selatan dari Kelurahan Bandung, kepada media menyampaikan bahwa dirinya kagum dengan sosok Tengku Rayhan Makarim yang tanggap, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil.
“Saya suka dengan sosok Tengku Rayhan Makarim, orangnya gagah, ganteng, cerdas, dan yang penting peduli dengan wong cilik. Semoga banyak pejabat yang mau turun dekat masyarakat seperti beliau,” tandas Kardi.
Ditambahkan Kardi bahwa dirinya menyampaikan aspirasi tentang banjir yang menggenang di sekitar rumahnya. Sementara dirinya sebagai tukang pencari rongsok tentunya memiliki rumah dengan banyak tumpukan barang bekas, namun kondisi di samping rumah sering banjir bila musim hujan. Meski tidak tinggi, namun tetap perlu ditangani.
Menyikapi hal tersebut, Rayhan menyerap aspirasinya, termasuk aspirasi warga lainnya.








