INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Muspika Losarang melakukan monitoring dan gerakan cepat tanggap dari hasil laporan beberapa warga masyarakat terkait adanya asap kabut dari pembakaran jerami padi di wilayah Kecamatan Losarang.
Muspika Losarang menghimbau agar para petani habis panen jangan sampai jerami dibakar diare sawah, sehingga mengganggu kesehatan warga penduduk dilingkungan area sawah dan dapat mengganggu keselamatan bagi pengguna jalan serta dapat merusak unsur tanah.
Camat Losarang Boy Billy Prima,S.STP bersama Kapolsek dan Danramil 1611 Losarang melakukan gerakan cepat.

Camat Boy, memberikan penjelasan terkait polusi udara yang diakibatkan adanya pembakaran jerami padi di area sawah, Sabtu (18/5/24).
Camat Boy mengatakan pada awak media wartajayavision.com,”Kami muspika Losarang menerima aspirasi dari warga yang mengeluh dengan adanya fenomena kabut asap akibat pembakaran jerami padi, maka kami turun kelapangan untuk memberikan pengertian kepada para petani supaya tidak lagi membakar jerami sisa panen padi, kata Camat Boy.
Camat Losarang Boy Billy Prima , S.STP, menerangkan bahwa di wilayah Kecamatan Losarang sudah mulai panen sebagian diwilayah Rajaiyang, Pegagan, Muntur, Santing itu juga mulai panen.
Permasalahan pada saat ini timbul banyak keluhan warga masyarakat di desanya ada polusi asap dari kepulan kabut asap diakibatkan kebiasaan masyarakat petani sehabis panen yaitu jeraminya dibakar.

Oleh sebab itu, kami dengan Kapolsek Losarang dan kemudian dari unsur Koramil 1611 Losarang, kita coba hari melakukan monitoring ke lapangan, sambil memberikan himbauan kepada petani agar tidak membakar jerami setelah panen, himbau Camat Boy.
Monitoring dilakukan bersama unsur dari anggota Koramil 1611 Losarang dan Kapolsek Losarang turun kelapangan memberitahu kepada para petani disa’at sedang melalukan monitoring di area pesawahan yang dilewati,
“Pa aja bakar dami asepe polusi, tolong ya, tanae rusak baka dibakarku, dan menganggu unsur tanah, jare ilmu pertanian ku mekonon, Tulung aja dibakar, (Pa jangan bakar jerami adanya polusi, tolong ya,Tanahnya rusak kalau bakar jerami, mengganggu unsur tanah kata Ilmu pertanian), tegasnya.
Ada beberapa warga masyarakat merasa terganggu dengan adanya polusi udara yang diakibatkan adanya pembakaran jerami padi, yang menghasilkan polusi udara, sehingga membuat was was dengan kepulan asap yang tebal masuk ke pemukiman warga setempat, sehingga menjadikan gejala sesak napas dan membuat pedih di mata serta menghalangi pandangan mata bagi pengguna kendaraan di area tersebut, akibatnya terbatas dalam pandangan mata, ditengarai akan timbul pandangan mata tidak jelas yang diakibatkan kepulan kabut asap yang melintas di jalan raya.
“Duh enggal sore, jagat Puput melulu wong bakari dami,enggal dina sampe sesek ambekan. (Duh setiap sore, jagat kabut asap dari pembakaran jerami, setiap hari sampai sesak nafas)” jelas warga setempat.
Pengguna jalan antar Santing – Ranjeng, merasa terganggu dalam perjalananya diakibatkan adanya kabut asap yang berpapasan pada saat perjalanan,
“Aduh Puput ya mulek, ya perih ning mata, napase sesek kini, barang enggal dina mengkenenku, sampe sampe pada manjing umah apa, priwe silusie mekenenku” (Aduh kepulan asap, Dimata rasa pedih, napas sesak, sampai kepulan Asep masuk kerumah, bagaimana solusinya kalau demikian), keluhnya
Dikatakan oleh Camat Losarang Boy Billy Prima,
“Stop !!! jangan membakar Jerami mengganggu pernapasan ” tegas .Camat Boy.
Stop !!! jangan bakar jerami karena dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas, tegas Kapolsek Losarang.
Stop !!! jangan bakar jerami karena merusak unsur hara pertanian, kata anggota Koramil 1611 Losarang.
Kebiasaan buruk yang dilakukan oleh ulah masyarakat petani, untuk mempersingkat waktu jelang garapan musim tanam 2 (MT 2) menganggap tidak ada masalah adanya kebiasaan membakar jerami setelah panen.









