BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Kegiatan outing class siswa-siswi SMA Negeri 1 Brebes ke Bali yang dilaksanakan pada masa libur sekolah, terhitung sejak 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026, menuai sorotan publik.
Pasalnya, kegiatan tersebut mengharuskan orang tua siswa mengeluarkan biaya lebih dari Rp1,5 juta per siswa, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak stabil.
Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah pun menemui kendala. Kepala SMA Negeri 1 Brebes, Hardi, S.Pd., M.Eng., tidak dapat ditemui, bahkan pihak keamanan sekolah menyampaikan bahwa tamu tidak diperkenankan bertemu langsung dengan kepala sekolah.
“Tidak bisa bertemu kepala sekolah,” ujar salah seorang satpam SMAN 1 Brebes saat dimintai keterangan.
Sorotan juga datang dari Bahari Tangguh, pengamat pendidikan di Kabupaten Brebes. Ia menilai kegiatan tersebut kurang tepat, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang sulit.

“Di saat iklim usaha tidak kondusif dan ekonomi masyarakat sedang susah, pihak sekolah justru mengajak siswa outing class ke Bali. Ini jelas ke luar daerah dan membutuhkan biaya besar,” ungkap Bahari.
Menurutnya, Kabupaten Brebes memiliki banyak destinasi wisata edukatif yang tidak kalah menarik dan lebih terjangkau, seperti Pantai Randusanga Indah, Agrowisata Kaligua, air terjun di Kecamatan Salem, hingga pemandian air panas Wanatirta.
“Potensi wisata lokal itu banyak, kenapa tidak dimaksimalkan saja? Selain lebih murah, juga bisa mendukung pariwisata daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Cabang Wilayah XI Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, S.IP., M.H., tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi. Namun, melalui Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Jatmiko, disampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami akan melaporkan kepada atasan dan mengecek apakah kegiatan outing class ke Bali ini sudah mengantongi izin atau belum,” ujar Jatmiko.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri lebih lanjut terkait legalitas kegiatan serta beban biaya yang dibebankan kepada orang tua siswa, mengingat nominal yang dikeluarkan tidak sedikit.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Brebes Hardi, S.Pd., M.Eng., belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum membuahkan hasil, meskipun nada panggil terdengar berdering beberapa kali.








