INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, melakukan gerakan cepat (Gercep) dalam menangani bencana banjir rob. Camat Kandanghaur, Hatta Direja, S.STP., yang berhalangan hadir karena sakit, diwakili oleh Sekmat Wendy, Kasi Kesos H. Khaerudin, M.Pd., Kasi Satpol PP Darmo, S.IP., beserta anggota, Kapolsek AKP Surahman, S.Sos., dan Danramil 1616 Kandanghaur Kapten Inf. Lettu H. Sutirjo. Mereka bersama-sama melakukan monitoring wilayah banjir rob di Desa Eretan Kulon, Blok Kebon 1, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Januari 2025.
Bencana banjir rob yang terjadi setiap tahun umumnya berlangsung pada bulan Desember, Januari, Februari, dan Maret.

Kali ini, banjir rob disebabkan oleh cuaca ekstrem yang memicu gelombang besar di perairan Pantai Utara Pulau Jawa, khususnya di Desa Eretan Kulon. Akibatnya, rumah warga mengalami kerusakan, dan air rob menggenangi permukiman.
Banjir rob yang disertai gelombang besar menghantam permukiman penduduk di pesisir utara Pulau Jawa pada Rabu, 29 Januari 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, di Blok Kebon 1, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.
Pemerintah Kecamatan Kandanghaur bersama Muspika melakukan monitoring lokasi banjir rob di Desa Eretan Kulon. Selanjutnya, warga terdampak diberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji.
Adapun jumlah warga terdampak di Desa Eretan Kulon mencapai 123 KK. Pemerintah Muspika Kecamatan Kandanghaur dan Desa Eretan Kulon telah mengevakuasi 51 KK ke Kantor Desa Kertawinangun, sementara 72 KK lainnya mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman.

Kasi Satpol PP, Darmo, bersyukur karena kondisi mulai membaik.
“Alhamdulillah, pada malam ini terpantau air perlahan mulai surut,” ungkapnya.








