INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Losarang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan pendataan pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan penerapan Standar Pelayanan Minimal – Integrasi Pelayanan Primer (SPM-ILP).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Losarang, Kamis (26/6/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kuwu Losarang Aripin T. dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Losarang Ny. Aripin T., yang juga bertindak sebagai pembina Posyandu.

Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat guna memberdayakan serta memudahkan akses pelayanan kesehatan dasar.
Selain menjadi ujung tombak dalam layanan kesehatan dasar, Posyandu juga merupakan garda terdepan dalam penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan sosial.

Tujuan Pembentukan Posyandu:
- Mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi.
- Meningkatkan kesehatan ibu hamil, menyusui, bayi, balita, dan keluarga.
- Menyediakan layanan kesehatan dasar seperti pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, dan penanggulangan diare.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana.
- Mendorong pengembangan kegiatan ekonomi keluarga sejahtera.
Kegiatan Posyandu SPM-ILP meliputi:
Pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan kehamilan, tumbuh kembang anak, imunisasi, dan pemberian vitamin.
Pelayanan keluarga berencana (KB).
Pemeriksaan gizi, terutama bagi anak dan balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) dan pemantauan status gizi.
Pencegahan dan penanggulangan diare.
Imunisasi untuk balita (usia di bawah 5 tahun).
Penyuluhan kesehatan.

Kuwu Aripin T. menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang koordinasi rutin antara kader dan pembina posyandu agar pelaksanaan program terpantau dengan baik.
“Alhamdulillah kegiatan pembinaan ini dilakukan rutin. Kali ini juga sekaligus disertai dengan pemberian honor kepada kader PKK dan kader Posyandu,” jelasnya.
Ia berharap program Integrasi Pelayanan Primer (ILP) bisa diterima oleh masyarakat luas.
“Tidak hanya anak-anak, tetapi lansia juga berhak mendapatkan layanan kesehatan. Kami dari pemerintah desa juga memberikan bantuan makanan dan pengobatan bagi mereka,” ujar Aripin.
Sementara itu, Kader Posyandu Desa Losarang, Ratnawiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi SPM.
“Di Desa Losarang ada sembilan Posyandu. Dua sudah mendapat pembinaan, dan tujuh lainnya sedang dalam tahap pelaksanaan,” jelasnya.
Adapun nama-nama Posyandu yang tersebar di beberapa RT di antaranya:
- RT 10: Posyandu Jamur
- RT 06: Kura-kura
- RT 14: Katak
- RT 11: Itik
- RT 02: Kepiting
- RT 04: Etong
- RT 01: Udang
“Setiap posyandu terdiri dari lima kader. Kegiatan posyandu dilaksanakan sebulan sekali, dan honor kader sebesar Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun, dikenakan PPh sebesar 10%,” terangnya.
Ia berharap, pelaksanaan Posyandu SPM ini dapat meningkatkan minat warga untuk berpartisipasi aktif, dan tentunya mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.









