TEGAL, WARTAJAYAVISION.COM – Sektor pendidikan di Kota Tegal menunjukkan tren positif di penghujung tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kota Bahari ini diklaim menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, bahkan melampaui target visi pembangunan yang telah ditetapkan. (6/1/2026).
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Dewi Umaroh, S.Psi., M.H. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal selasa 6 Januari 2026 mengungkapkan bahwa kualitas capaian pendidikan di Kota Tegal mengalami peningkatan signifikan. Hal ini tercermin dari angka indikator pendidikan yang menyentuh angka 18 poin lebih.
“Capaiannya bagus, bahkan kemungkinan tertinggi se-Jawa Tengah. Angka ini sudah melampaui target visi kita,” ujar narasumber saat memberikan keterangan mengenai data BPS akhir tahun 2025 tersebut.
Peningkatan Kualitas Lulusan
Peningkatan ini juga menggambarkan pergeseran tingkat pendidikan masyarakat. Jika sebelumnya rerata pendidikan berada di tingkat dasar, kini indikator menunjukkan tren ke arah pendidikan tinggi.
“Jika dilihat dari rata-rata lama sekolah, saat ini masyarakat kita secara rata-rata sudah menempuh pendidikan hingga setara Diploma 3 (D3) atau setidaknya semester tiga perguruan tinggi. Ini perkembangan yang luar biasa untuk Kota Tegal,” tambahnya.
Tantangan Sarana Prasarana dan Mitigasi Banjir
Meski menunjukkan angka yang impresif, pemerintah kota tidak menampik adanya hambatan klasik, terutama terkait kondisi fisik bangunan sekolah. Saat ini, Kota Tegal tercatat memiliki 139 SD (negeri dan swasta) serta 34 SMP, di mana 19 di antaranya merupakan SMP negeri.
Selain masalah fisik bangunan, tantangan alam seperti banjir juga menjadi perhatian serius. Namun, narasumber menegaskan bahwa pemerintah cepat tanggap dalam menangani persoalan tersebut agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Banjir pasti berpengaruh, tapi kita selalu cari solusinya. Seperti kejadian kemarin, karena bertepatan dengan masa libur, tim langsung bergerak melakukan pemompaan sehingga saat ini kondisi sekolah sudah kembali kering dan siap digunakan,” jelasnya.
Pesan untuk Tenaga Pendidik
Menutup keterangannya, pihak dinas berpesan kepada seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP di Kota Tegal untuk tetap menjaga semangat juang. Integritas dan inklusivitas menjadi poin utama yang ditekankan.
“Harapannya, para kepala sekolah tetap semangat memajukan pendidikan apa pun kondisinya, baik tantangan sarana prasarana maupun kondisi siswa. Tidak boleh ada diskriminasi atau membeda-bedakan suku. Tujuan utama kita adalah satu: mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.








