BREBES, WARTAJAYAVISION.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Baribis Brebes meraih penghargaan bergengsi Perpamsi Award 2024 untuk pertama kalinya.

Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Ketua Perpamsi, Arif Wisnu Cahyono, kepada Pj Bupati Brebes, Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Baribis, di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Kamis (28/8/2024).

“Alhamdulillah, Brebes akhirnya meraih penghargaan bergengsi dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), berupa Perpamsi Award 2024,” ujar Iwanuddin Iskandar usai menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan ini, lanjut Iwan, merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Brebes dalam memenuhi kebutuhan air minum yang bersih dan sehat bagi warganya. Selain itu, tata kelola dan layanan yang baik dari manajemen Perumda Tirta Baribis turut berperan penting dalam pencapaian ini.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Baribis Brebes, Agus Isyono, menjelaskan bahwa Brebes berhasil meraih dua penghargaan, yaitu kategori **Best Performance Water Company for Cluster Small** dan **Best Alternative Financing for Cluster Medium**.

Agus menambahkan bahwa sejak 2019 hingga 2024, Perumda Air Minum Tirta Baribis telah menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, sebanyak 54 ribu sambungan rumah di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes telah berhasil dikelola dengan baik. Tingkat kebocoran air juga tergolong rendah, hanya 25 persen.

Selain itu, Perumda juga bekerja sama dengan Australia NUWASP dalam penambahan sambungan air dan HAMBK, hibah air minum berbasis kinerja, untuk mendeteksi dini tingkat kebocoran dan melakukan penanganan berkelanjutan.

Program Tuk Uleng dan Bendung Kuningan juga menjadi bagian dari upaya pengembangan selanjutnya.

Ketua Umum Perpamsi, Lalu Ahmad Zaini, melalui Wakil Ketua Perpamsi, Arif Wisnu Cahyono, menekankan pentingnya keberhasilan di sektor pelayanan dan air minum sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045.

Data menunjukkan bahwa cakupan air minum perpipaan di seluruh Indonesia baru mencapai 20 persen atau sekitar 15 juta sambungan rumah. Tanpa penanganan serius, penyediaan air minum dapat menjadi hambatan dalam mencapai visi negara maju pada tahun 2045.

“Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan transformasi tata kelola air minum yang komprehensif,” tegas Lalu Ahmad Zaini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *