Indramayu, wartajayavision.com Menjelang Pemilihan Kuwu Antar Waktu (Pilwu PAW) Desa Eretan Kulon masa bakti 2026–2029, tahapan pembacaan visi, misi, dan kampanye tiga kandidat calon kuwu dilaksanakan di Aula Kantor Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).
Terdapat tiga calon Kuwu Pengganti Antar Waktu (PAW), yakni nomor urut 1 H. Amin Delut (mantan kuwu), nomor urut 2 H. Ali Sodikin (tokoh pemuda), dan nomor urut 3 Arif Santoso (mantan kuwu). Ketiganya mencalonkan diri sebagai pengganti almarhum Kuwu Suparmo yang telah meninggal dunia.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Kandanghaur, Sekmat Untung Haryanto mewakili Camat Kandanghaur, Kasi Trantibum H. Sodikin, Pj. Kuwu Sugiyanto, perwakilan Polsek dan Koramil 1616 Kandanghaur, Ketua BPD Mamay, Satpol PP, Ketua Panitia Pilwu PAW Masju, serta para undangan yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 145 orang.
Acara dipandu oleh Ketua Panitia Pilwu PAW, Masju, dari awal hingga selesai. Masing-masing kontestan diberikan waktu 45 menit untuk menyampaikan visi dan misinya.
Kontestan nomor urut 1, H. Amin Delut, dalam paparannya menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, ketakwaan, ketaatan terhadap aturan dan regulasi pemerintah, mengedepankan moral, kejujuran, kesabaran, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya aparatur desa taat terhadap kebijakan pemerintah desa agar sejalan dengan visi REANG Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Ia juga berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Menurutnya, Desa Eretan Kulon menghadapi persoalan tumpukan sampah akibat rob. Jika terpilih menjadi kuwu, ia akan bekerja sama dengan pemerintah desa, RT, dan masyarakat untuk mengatasi persoalan tersebut.
Untuk menutup penyampaian visi misinya, H. Amin Delut menyampaikan sebuah pantun.
“Jalan-jalan di Kota Indramayu, baliknya beli ikan bandeng. Aja bingung, aja keder, mari kita coblos nomor satu.”
Pantun tersebut disambut tepuk tangan para undangan.

Sementara itu, kontestan nomor urut 2, H. Ali Sodikin, menyampaikan visi dan misinya dengan mengusung motto “Eretan Kulon Aman Nyaman” sebagai pilar pembangunan desa.
Ia memperkenalkan diri sebagai putra pasangan Kasidi dan Hj. Sopiyah, lahir pada 1 Januari 1973.
“Manakala saya dipercaya dan diberi amanah oleh sampean kabeh menjadi kuwu, saya akan mewujudkan Eretan Kulon yang aman, nyaman, religius, dan Eretan Kulon Anyar,” ujarnya.
Adapun visi yang disampaikan meliputi:
Meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui pemberdayaan ekonomi.
Mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, jujur, amanah, dan adil bagi seluruh blok.
Meningkatkan pembangunan infrastruktur desa pada sektor pertanian, perikanan, dan lingkungan.
Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan pemuda dan perempuan.
Menurutnya, seluruh program tersebut dirangkum dalam konsep Catur Saka Desa Eretan Kulon.
Ia juga menjelaskan bahwa apabila dipercaya memimpin selama sekitar dua tahun masa jabatan PAW, prioritas pembangunan meliputi pembangunan tambak sistem klep di Kali Nipon kawasan Hasanudin, perbaikan saluran irigasi dari Jembatan Kali Menir hingga sawah Blok Pertamina agar kembali produktif serta mampu meningkatkan PAD desa.

“Pembangunan tambak Kali Nipon, bokat bae dibangun mah, bisa mengurangi rob,” ujarnya.
Kontestan nomor urut 3, Arif Santoso, mengawali penyampaian visi misinya dengan doa agar seluruh masyarakat Eretan Kulon diberikan kesehatan, rezeki yang banyak, dan umur panjang.
Ia mengatakan bahwa seluruh calon merupakan putra terbaik desa.
“Kalau saya terpilih menjadi kepala desa, mudah-mudahan bapak dan ibu memberikan kepercayaan kepada saya. Insyaallah saya akan menjadi kepala desa yang lebih baik,” ujarnya.
Visi dan misi yang disampaikan antara lain:
Membangun desa.
Memperbaiki dan mengeruk saluran agar rob segera berkurang.
Menata pemerintahan desa agar pelayanan masyarakat semakin baik.
Memperbaiki kantor desa.
Meningkatkan infrastruktur jalan demi kemajuan perekonomian desa.
Membangun embung air bekerja sama dengan BBWS Bandung dan anggota DPR RI guna mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Di akhir penyampaiannya, Arif Santoso menitipkan pesan.
“Titip tajug, fakir miskin, dan anak yatim. Kalau saya menjadi kepala desa, insyaallah mushala, guru ngaji, serta mereka yang membutuhkan akan lebih diperhatikan dan tidak ditelantarkan,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pilwu PAW, Masju, mengatakan tingkat kehadiran pemilih yang masuk DPT mencapai 91 persen, sedangkan sekitar 9 persen belum hadir.
Menurutnya, panitia akan melakukan klarifikasi terhadap pemilih yang tidak hadir. Apabila nantinya mereka hadir pada hari pemungutan suara, panitia akan mencarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku karena seluruh pemilih dalam DPT wajib mengikuti tahapan ini.
Usai pembacaan visi dan misi, ketiga calon kuwu menyerahkan berita acara yang telah ditandatangani kepada panitia sebagai dokumen resmi.
Kepada wartajayavision.com, Masju menjelaskan bahwa seluruh tahapan Pilwu PAW, mulai dari Musyawarah Dusun (Musdus), penjaringan bakal calon, seleksi administrasi dan akademik hingga kampanye, berjalan dengan aman dan kondusif.
“Alhamdulillah saya merasa bangga kepada warga Eretan Kulon. Sampai saat ini seluruh tahapan berjalan sangat kondusif, tidak ada gesekan ataupun keributan yang berarti,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari sekitar 11 ribu warga di enam blok, melalui mekanisme DPT terpilih 145 pemilih. Dari enam bakal calon yang mendaftar, setelah melalui seleksi administrasi dan akademik akhirnya tersisa tiga calon yang berhak mengikuti Pilwu PAW.
Sebagai Ketua Panitia sekaligus mewakili masyarakat Desa Eretan Kulon, Masju berharap seluruh rangkaian Pilwu PAW dapat berlangsung aman, damai, tertib, dan kondusif sehingga menghasilkan kuwu terbaik bagi Desa Eretan Kulon.









