BREBES, WARTAJAYAVISION.COM– Program bantuan becak listrik yang semula disebut-sebut akan menyasar puluhan pengayuh becak di berbagai pangkalan kembali mendapat sorotan.
Hal ini terjadi setelah jumlah penerima bantuan yang awalnya direncanakan sebanyak 50 orang per pangkalan, justru menyusut drastis hingga tersisa hanya 19 penerima.
Informasi tersebut disampaikan Ju’in, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP3BP, usai mengikuti proses klarifikasi dan pendataan bersama pihak Kesbangpol dan Kepala Dinas Sosial.
Menurutnya, program ini sejak awal dihubungkan dengan Islamic Center sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan pengemudi becak.
Pada tahap pendataan awal, setiap pangkalan diarahkan untuk mengusulkan 50 nama penerima. Namun setelah dilakukan penyisiran dan verifikasi di lapangan, jumlah yang dianggap memenuhi syarat hanya 22 orang. Jumlah ini kemudian kembali dipangkas sehingga tersisa 19 penerima yang tersebar acak di berbagai pangkalan.
“Awalnya diarahkan 50 penerima. Setelah disisir, hanya 22 yang masuk. Dan akhirnya yang benar-benar terdata tinggal 19 orang,” ujar Ju’in menjelaskan.
Sementara itu, total becak listrik yang disediakan dalam program ini mencapai 100 unit. Pendataan serta verifikasi penerima melibatkan organisasi kedinasan di bawah Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga proses seleksi dilakukan secara berjenjang.
Di sisi lain, muncul keluhan dari sejumlah pengayuh becak yang merasa tidak mendapatkan keadilan. Johan, salah satu pengemudi becak asal Pasarbatang, mengaku kecewa karena namanya yang semula terdata tidak masuk dalam daftar penerima akhir. Ia menyebut bahkan kakaknya yang juga bekerja keras mengikuti proses pengajuan turut tidak mendapatkan bagian.
“Kami sudah usaha ekstra, tapi ternyata tidak dapat. Ya kecewa. Tapi semoga ada program tahap kedua,” ujarnya.
Meski demikian, Ju’in menyampaikan bahwa pihaknya tetap legowo dan berharap pemerintah dapat membuka kembali program serupa, sehingga pengemudi becak lain yang belum menerima dapat memiliki kesempatan berikutnya.
Program bantuan becak listrik ini diharapkan menjadi solusi modernisasi transportasi tradisional sekaligus peningkatan pendapatan bagi para pengemudi becak. Namun, minimnya kuota dan tidak transparannya perubahan data penerima menjadi catatan yang mendapat perhatian publik.








