Proyek Jalan Tol Getaci: Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan Pemerintahan
Proyek jalan tol pertama di wilayah Priangan Timur, yaitu Tol Getaci, kini berada di ambang lelang pada tahun 2026. Sebagai bagian dari 19 proyek jalan tol nasional yang akan dilelang, proyek ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu infrastruktur penting di Jawa Barat.
Namun, proses pengembangan Tol Getaci tidak selalu mulus. Di tengah perubahan pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan. Awalnya, Tol Getaci tidak masuk dalam Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) karena pemerintahan baru lebih fokus pada empat proyek jalan tol utama. Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga membuat status proyek ini semakin tidak pasti.
Pada awal tahun 2025, proyek ini sempat terlihat mengalami penundaan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bahkan melakukan evaluasi ulang terhadap proyek ini, termasuk dengan memangkas rencana pembangunan prioritas dari Gedebage-Ciamis menjadi Gedebage-Tasikmalaya. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa proyek ini bisa mangkrak atau tertunda.
Tanda-tanda penundaan terlihat setelah dua kali lelang ulang gagal terwujud. Hasil lelang akhir Desember 2021 dinyatakan default, sehingga harus dilakukan lelang ulang pada awal 2022. Kementerian PU menyebutkan bahwa proyek ini dinilai terlalu mahal dan membutuhkan investasi besar, sehingga minat investor terbatas.
Namun, di September 2025, status proyek Tol Getaci mulai membaik setelah masuk dalam daftar PSN. Kementerian PU kemudian menyatakan bahwa proyek ini akan dilelang pada tahun 2026. Target pembangunan fisik juga ditetapkan akan dimulai pada 2026 dan diharapkan dapat beroperasi pada 2029.
Investor China dan Minat Meningkat di Sektor Infrastruktur
Minat investor asing, khususnya dari Tiongkok, terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia terus meningkat. Ini terutama didorong oleh inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) Tiongkok yang bertujuan memperkuat hubungan ekonomi antara negara-negara Asia Tenggara dan Tiongkok.
Beberapa proyek jalan tol utama di Indonesia telah melibatkan perusahaan Tiongkok, seperti:
- Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Trans-Jawa): PT China Communications Construction Indonesia (CCCI), anak perusahaan China Communications Construction Co (CCCC), menginvestasikan Rp 23,3 triliun pada tahun 2019.
- Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu): Tiongkok memberikan pinjaman sebesar 106,4 juta dolar untuk mendanai proyek ini.
- Jalan Tol Manado-Bitung: Proyek ini merupakan bagian dari Inisiatif BRI Tiongkok, yang bertujuan meningkatkan peluang perdagangan dan ekonomi.
- Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi: Perusahaan Tiongkok CSEC dan CHEC bekerja sama dengan sebuah perusahaan Indonesia, menggunakan pinjaman dari Tiongkok dan dana negara Indonesia.
Jejak Investor China di Proyek Tol Getaci
Di proyek Tol Getaci, jejak investor China juga muncul. Dalam kegiatan market sounding pada April 2023, sejumlah investor asing termasuk dari Tiongkok ikut serta. Meskipun hingga 2025 lelang belum terwujud, pada pendaftaran lelang ulang tahun 2025, ada jejak investor Tiongkok yang menunjukkan minat, yaitu PT China State Construction Overseas Development Shanghai.
Perusahaan ini bukanlah perusahaan kecil. Mereka memiliki pengalaman global dalam pembangunan infrastruktur dan termasuk dalam perusahaan kelompok atas secara global. Namun, pada lelang ulang Mei 2024, mereka tidak lolos. Ada dua konsorsium yang mendaftar, yaitu:
- Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi
- Konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai
Alasan keduanya tidak lolos tidak dijelaskan secara detail. Namun, kemungkinan besar investor Tiongkok tidak lolos karena bermitra dengan PT Daya Mulia Turangga, yang merupakan bagian dari konsorsium pemenang lelang awal 2021 yang kemudian dibatalkan oleh Kementerian PUPR.
Pada lelang perdana, proyek Tol Getaci dimenangkan oleh PT JGC (Jasamarga Gedebage Cilacap), yang merupakan konsorsium beranggotakan beberapa perusahaan besar. Namun, hasil lelang tersebut dinyatakan default dan dibatalkan karena PT Waskita Karya keluar dari konsorsium.
Kesimpulan
Proyek Tol Getaci tetap menjadi salah satu proyek strategis yang menarik minat investor, baik lokal maupun asing. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, proyek ini memiliki potensi besar untuk menjadi infrastruktur penting di Priangan Timur. Dengan masuknya proyek ini ke dalam PSN dan target lelang pada 2026, harapan untuk segera terealisasi semakin kuat.








