INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Penyelenggaraan Adat istiadat Mapag Sri, merupakan sebuah adat yang dilaksanakan turun temurun dari nenek moyang, juga untuk generasi kelanjutan tidak dapat dihilangkan.

Adat Budaya Mapag Sri, dilaksanakan setiap tahun setelah atau sebelum panen raya, pelaksanaan Mapag Sri merupakan rasa wujud syukur masyarakat petani, dari Rahmat dan keberkahannya pada masyarakat umunya dan khususnya pada warga petani.

Dengan sara bersyukur sehingga masyarakat petani melaksanakan Do’a bersama , makan bersama dan menonton pertunjukan pagelaran wayang kulit Langen Kusuma Putra, dalang Anom Rusmanto (anak dari dalang sepuh H. Tomo) dari Lohbener Indramayu.

Hal ini dilaksanakan oleh masyarakat bersama Pemerintahan Desa Soge Kecamatan Kandanghaur, Pelaksanaan Adat Budaya Mapag Sri di Desa Soge Kecamatan Kandanghaur dihadiri Muspika Kandanghaur, tokoh masyarakat, Pj. Kuwu Desa Soge Supandi dengan perangkat pamong Desa, berlokasi di lapangan volley ball, acara diawali dengan memanjatkan Do’a oleh kaur Kesra / Lebe Darmin. Kamis (9/5/24).

Pelaksanaan Adat Budaya Mapag Sri di Desa Soge Kandanghaur dihadiri Muspika Kandanghaur, Danramil Kandanghaur diwakili oleh Staf Koramil 1616 Kandanghaur Abdul Gofur, Babinsa Sertu Aridah, tokoh masyarakat, Pj. Kuwu Desa Soge Supandi dengan perangkat pamong Desa.

Pj. Kuwu Desa Soge Supandi dan Ibu Supandi, Didaulat untuk membawah padi sebagai simbol “PANEN PADI”

Pj. Kuwu Soge Supandi, mengatakan bahwa makna dan tujuan diadakan acara Adat Budaya Mapag Sri, makna dari kegiatan Mapag Sri, rasa bersyukur masyarakat Desa Soge Kecamatan Kandanghaur, pada penyelenggaraan Mapag Sri di Desa Soge, dimaknai dengan Rasa syukur kepada sang pencipta Allah SWT, atas rezky dan rahmatnya yang dicurahkan kepada kita, mudah mudahan diberikan keberkahan dari hasil sawah yang bagus, sehingga masyarakat petani mendapatkan hasil yang berlimpah, sejahtera, ungkap Pj.Kuwu Supandi.

Lanjut Pj. Kuwu Supandi, Adat budaya Mapag Sri, dapat dilestarikan dan dilanjutkan, karena adat istiadat Mapag Sri sudah terlaksana semenjak nenek moyang kita terdahulu setiap tahun dilaksanakan menjelang panen, dan diharapkan masyarakat petani hasil dari panen ini berlimpah dalam artian panennya berlimpah untuk kemakmuran masyarakat Soge, terangnya.

Pj Kuwu Supandi, mengharapkan bentuk dari rada bersyukur kita luapkan diapresiasi menanggap seni budaya wayang kulit, dan mengharapkan kedepannya agar bisa bersinergi antara masyarakat Desa Soge dengan pemerintah daerah dan Pemerintahan Desa Soge.

Pj. Kuwu Supandi menambahkan, Terima kasih pada Bupati Indramayu Ibu Hj. Nina Agustina, atas kepemimpinannya sehingga Desa Soge mendekati swasembada pangan, khususnya Desa Soge Penen sa’at ini untuk dapat mensejahterakan masyarakat Soge. Dalam sejahtera kehidupan, semoga dengan kepemimpinan Ibu Hj. Nina Agustina berjalan lancar, sukses menjadi Indramayu Bermartabat, pungkas Pj Kuwu Soge Supandi

Panitia pelaksana Adat Mapag Sri Desa Soge Raksa Bumi Dayat, dapat dikonfirmasi di lokasi kegiatan, Ia mengatakan, penyelanggaraan Adat Budaya Mapag Sri Desa Soge, didanai oleh swadaya masyarakat petani Desa Soge dan kekurangan dari Pemerintah Desa Soge, terangnya.

Dayat, Raksa Bumi Desa Soge Kecamatan Kandanghaur.

Dan juga menjelaskan bahwa diadakan kegiatan adat istiadat Mapag Sri ini, dimaknai syukuran, bersyukur bahwa khususnya masyarakat Desa Soge, pada panen yang didapat, karena katanya,

” Kita menanam padi dari benih sampai menghasilkan padi, dengan wujud rasa bersyukur kepada Allah SWT, dapat memanjatkan Do’a bersama masyarakat petani terhadap pemberian rahmatnya yang telah dilimpahkan kepada kami masyarakat petani Desa Soge “ungkap Raksa Dayat.

Raksa Bumi Dayat juga menjelaskan, sementara Desa Soge Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu memiliki area pesawahan seluas 425 .hektar, saat ini panen mencapai 7 ton per hektar, dan harga gabah untuk kali ini kisaran antara 60-620 ribu per kwintal. Semoga harga gabah / padi mencapai harga yang stabil sampai usai penen di Desa Soge. ungkap Dayat.

Dayat mengucap atas nama Pemerintah desa dan masyarakat petani Desa Soge, “Terima kasih kepada Ibu Hj. Nina Agustina Bupati Indramayu, atas kepemimpinannya dapat memotivasi Pemerintahan Desa Soge lebih maju lagi, dengan menerapkan kebijakannya khususnya pada bidang pertanian, masyarakat Desa Soge lebih maju dan sejahtera. Kerja baik, kerja nyata menuju kesejahteraan masyarakat Indramayu”, tegas Dayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *