Wartajayavision.com,, Jakarta – Di era serba digital seperti saat ini, data pribadi menjadi unsur penting yang berharga yang wajib untuk dijaga keamanannya. Berbagai jejak digital saat ini dengan mudah dimanfaatkan, baik oleh pengiklan legal maupun peretas.
Jumlah pengguna Internet yang terus meningkat juga diiringi dengan banyaknya orang yang tanpa sadar membagikan informasi pribadinya kepada berbagai situs dan aplikasi, mulai dari tanggal lahir hingga lokasi real-time.
Padahal data-data tersebut rentan disalahgunakan untuk kejahatan seperti pencurian identitas, penipuan online, hingga pembobolan akun. Karena itu, menjaga keamanan data pribadi seharusnya menjadi tanggung jawab utama setiap pengguna Internet.
Cara Menjaga Keamanan Data Pribadi di Internet
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk melindungi informasi pribadi saat menggunakan Internet:
1. Pahami Informasi yang Dibagikan
Dilansir dari laman Information Security University of Oxford, aktivitas online harian sering kali membuat kita tanpa sadar menyebarkan data pribadi. Mulai dari informasi dasar seperti tanggal lahir dan alamat rumah hingga pola perilaku seperti riwayat klik, waktu mengakses situs, dan pencarian produk, semuanya bisa terekam dan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Karena itu, penting untuk menyadari situs apa saja yang telah diakses dan jenis informasi apa yang telah kita bagikan selama berselancar di dunia maya.
2. Sesuaikan Pengaturan Peramban
Peramban seperti Chrome, Firefox, dan Safari biasanya menyimpan berbagai data seperti riwayat penelusuran, cookie, dan informasi lainnya. Data ini rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak seperti pengiklan, pengirim spam, hingga peretas. Untuk meminimalkan risiko, pengguna dapat mengambil langkah-langkah seperti menggunakan mode penjelajahan pribadi (private browsing), menghapus cookie dan riwayat setelah selesai menggunakan peramban, memblokir cookie dari pihak ketiga, serta mengaktifkan pemblokiran terhadap pop-up mencurigakan.
3. Waspada dalam Menggunakan Media Sosial
Media sosial memiliki sifat terbuka yang membuat penggunanya sering kali lupa akan batasan privasi. Karena itu, penting untuk lebih berhati-hati saat membagikan informasi pribadi seperti tanggal lahir, nama sekolah, nama ibu kandung, atau lokasi saat ini. Data semacam itu dapat menjadi incaran para pelaku kejahatan siber untuk melakukan penipuan atau pencurian identitas.
Penting bagi pengguna untuk mengoptimalkan pengaturan privasi mereka, menghindari menerima permintaan pertemanan secara sembarangan di media sosial, tidak mengunggah konten secara impulsif yang bisa disalahgunakan, serta memanfaatkan sesi terenkripsi jika tersedia.
4. Perhatikan Kata Sandi dan Autentikasi Ganda
Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat menyebut, untuk menjaga keamanan data digital, dapat dilakukan dengan membuat kata sandi yang kuat dan mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) sebagai lapisan perlindungan tambahan.
Ada tiga metode untuk membuat kata sandi kuat: membuatnya sendiri, menggunakan fitur otomatis dari perangkat, atau mengandalkan manajer kata sandi. Jika memilih membuat sendiri, pastikan panjang minimal 15 karakter serta menggabungkan huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan kutipan populer dari lagu, film, atau frasa umum yang mudah ditebak.
Bila ragu membuat sendiri, banyak perangkat seperti Chrome, Firefox, Android, dan iOS yang dapat menghasilkan serta menyimpan kata sandi secara otomatis. Alternatif lainnya adalah menggunakan layanan manajer kata sandi terpercaya.
Aktifkan pula autentikasi dua langkah biasanya berupa kode yang dikirim melalui SMS atau email. Untuk perlindungan lebih optimal, bisa menggunakan aplikasi autentikator atau perangkat fisik sebagai kunci keamanan tambahan.
Mengganti kata sandi secara rutin merupakan salah satu langkah penting dalam melindungi data pribadi. Salah satu prinsip utamanya adalah tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun sekaligus. Bagi pengguna yang memiliki banyak akun online, penggunaan aplikasi pengelola kata sandi bisa menjadi solusi praktis yang sangat membantu.
Pengelola kata sandi masa kini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang mempermudah pengelolaan kata sandi, seperti fitur isi otomatis yang kompatibel dengan berbagai jenis peramban dan sistem operasi.
5. Waspadai Email dan Pesan Palsu (Phishing)
Phishing masih menjadi metode favorit para pelaku kejahatan digital dalam mencuri data pribadi, biasanya lewat email yang mengatasnamakan lembaga resmi seperti bank atau marketplace.
Tanda-tanda umum email phishing meliputi sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, adanya tautan atau lampiran mencurigakan, penggunaan bahasa yang canggung, serta dorongan untuk segera mengklik tautan atau melakukan konfirmasi. Sebaiknya jangan langsung mengikuti instruksi dari email mencurigakan seperti ini. Lebih aman jika memverifikasi langsung lewat situs resmi atau kontak resmi institusi terkait.
6. Cek Keamanan Situs Sebelum Mengisi Data Pribadi
National Cyber Security Authority menyarankan, sebelum membagikan informasi pribadi di sebuah situs, pastikan situs tersebut telah menggunakan sistem enkripsi untuk melindungi data dari pihak yang tidak sah.
Lihat bagian atas peramban: jika terdapat ikon gembok dan URL diawali dengan “https”, artinya situs tersebut menggunakan protokol enkripsi yang aman. Kredibilitas situs juga dapat diperiksa lewat kebijakan privasi, informasi kontak yang jelas, serta tanda verifikasi keamanan—hal ini penting terutama saat berbelanja secara daring.
7. Pasang Antivirus
Pastikan perangkat Anda memiliki perlindungan antivirus. Malware dapat bekerja di latar belakang untuk mencuri informasi pribadi tanpa sepengetahuan pengguna. Instal perangkat lunak antivirus atau sistem perlindungan endpoint, lalu aktifkan pembaruan otomatisnya. Antivirus ini akan membantu mendeteksi file mencurigakan dan mencegah Anda menjalankan konten berbahaya secara tidak sengaja.
8. Lakukan Pembaruan Perangkat Secara Berkala
Perangkat lunak yang usang sering menjadi sasaran para peretas karena memiliki celah keamanan yang belum diperbaiki. Karena itu, memperbarui perangkat secara rutin sangat penting. Pembaruan ini biasanya mencakup perbaikan keamanan penting yang bisa menutup celah dari ancaman siber. Aktifkan pembaruan otomatis untuk sistem operasi, browser, serta aplikasi lain agar perangkat Anda selalu terlindungi dengan versi terbaru.
Mega Putri Mahadewi dan Ananda Ridho Sulistya berkontribusi dalam penulisan artikel ini.









