Indramayu, wartajayavision.com – Pemilihan kuwu (pilwu) serentak Kabupaten Indramayu tahun 2025 memasuki tahapan pengundian nomor urut calon. Proses ini digelar serempak di kantor desa masing-masing.

Di Desa Santing, Kecamatan Losarang, tahapan rapat pleno terbuka undian nomor urut berlangsung kondusif pada Selasa (25/11/2025) di Kantor Desa Santing.

Dua calon kuwu mengikuti undian, yakni H. Tarman, S.E. dan Haja Nurhasanah. Keduanya datang bersama keluarga dan para pendukung, sehingga suasana terlihat semarak. Padahal, panitia sebelumnya telah mengimbau agar hanya calon dan perwakilannya yang hadir.

Rapat pleno terbuka turut dihadiri jajaran Forkopincam Losarang, di antaranya:

  • Camat Encep Ria Setyadi, S.E., M.Si.
  • Danramil 1611 Losarang Kapten Inf. Waryadi
  • Kapolsek Losarang AKP Hendro Ruhanda, S.H.
  • Kasie Trantibum Umar, S.H., beserta anggota Pol. PP Hendra, S.I.P.
  • Kuwu Santing, Haja Sairoh

Ketua Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) Desa Santing, Ahmad Yusuf, menjelaskan mekanisme pengundian nomor urut dilakukan dalam dua tahap. Pengambilan pertama menentukan giliran mengambil nomor, kemudian tahap kedua menentukan nomor urut calon kuwu.

“Pengambilan pertama dilakukan oleh pendaftar pertama, yaitu H. Tarman, dilanjutkan oleh Haja Nurhasanah. Nomor yang diperoleh pada tahap kedua itulah yang menjadi nomor urut calon kuwu,” jelasnya.

Pada momen pengundian, H. Tarman mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Haja Nurhasanah memperoleh nomor 2. Setelah nomor diumumkan, kedua calon menandatangani berita acara resmi.

Camat Encep berharap pilwu di Kecamatan Losarang, khususnya di Desa Santing, berjalan aman, damai, nyaman, dan tidak menimbulkan ekses.

“Semoga Pilwu Santing berlangsung kondusif tanpa gesekan antarpendukung,” ujarnya.

Suasana sempat riuh ketika panitia membacakan nomor urut. Pendukung kedua calon saling bersahutan meneriakkan yel-yel:

“Hidup Nomor 1, H. Tarman!”

disambut teriakan dari kubu lainnya:

“Hidup Haja Nurhasanah!”

Pantauan Wartajaya Vision di lapangan, para pendukung tetap menjaga ketertiban meski antusiasme tinggi. Panitia beberapa kali mengingatkan bahwa acara ini adalah rapat pleno, bukan ajang kampanye.

Pendukung H. Tarman tampak lebih mendominasi, memenuhi jalan utama Desa Santing baik saat pemberangkatan maupun kepulangan calon kuwu. Arak-arakan panjang terlihat dari depan rumah calon hingga kantor desa.

Setelah acara, kedua calon diantar pulang dengan pengawalan ketat dari Polsek, Koramil, Satpol PP, panpilwu, dan tim internal masing-masing. Kebetulan, rumah kedua calon berada di arah berlawanan sehingga tidak berpapasan.

—

Profil Singkat H. Tarman, S.E.

H. Tarman memulai kariernya sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Santing selama dua periode pilwu. Banyak warga yang menginginkannya menjadi kuwu, namun saat itu peraturan mewajibkan ASN mengundurkan diri jika ingin mencalonkan diri.

Karena pertimbangan tersebut, ia menunda pencalonan dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi.

Dengan perubahan regulasi pilwu terbaru, ASN kini diperbolehkan maju tanpa mengundurkan diri, cukup mengantongi izin cuti hingga pemilihan selesai. Terpilih atau tidak, ASN wajib kembali bekerja ke instansi asal keesokan harinya.

Saat ini, H. Tarman tercatat sebagai pegawai di Kantor Kecamatan Losarang.

Penulis: PransEditor: RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *