Penyebab Pemecatan Aaron Briggs
Liverpool telah resmi memutus hubungan kerja dengan pelatih set pieces mereka, Aaron Briggs. Keputusan ini diambil setelah catatan buruk klub dalam skema bola mati selama musim Liga Inggris 2025-2026. Klub berjuluk The Reds tersebut mengumumkan pengunduran diri Briggs melalui rilis resmi yang dipublikasikan di media sosial dan laman resmi mereka.
Dalam pernyataan resmi tersebut, Liverpool menyatakan bahwa Briggs telah meninggalkan posisinya sebagai pelatih bola mati tim utama putra. Briggs bergabung dengan Anfield Stadium pada musim panas 2024 bersama pelatih utama, Arne Slot. Kombinasi keduanya berhasil membawa Liverpool meraih gelar Liga Inggris 2024-2025.
Namun, di musim 2025-2026, Liverpool justru mengalami penurunan dalam hal set pieces. Dari 18 pertandingan di Liga Inggris, The Reds kebobolan 12 gol dari situasi bola mati. Sementara itu, hanya tiga gol yang berhasil dicetak dari skema bola mati dalam 18 pertandingan tersebut.
Hal ini menjadi alasan besar bagi Briggs untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih set pieces. Setelah Briggs pergi, Liverpool mendapat tawaran dari mantan pelatih lemparan ke dalam di era Juergen Klopp, Thomas Gronnemark.
Tawaran untuk Thomas Gronnemark
Saat ini, Gronnemark sedang dalam masa pengangguran setelah terakhir kali melatih Wisla Krakow hingga Desember 2023. Meskipun tidak memiliki pengalaman langsung sebagai pelatih set pieces, Gronnemark memiliki pengetahuan yang baik tentang menghadapi situasi lemparan ke dalam jarak jauh.
Lemparan ke dalam ini menjadi masalah bagi Liverpool musim ini, terutama saat melawan Brentford. Pada pertandingan tersebut, Liverpool kebobolan gol cepat dari situasi lemparan ke dalam jarak jauh. Situasi ini mirip dengan set pieces, sehingga Gronnemark bersedia kembali ke Anfield untuk mengatasi masalah mantan klubnya tersebut.
“Liverpool selalu dipersilakan untuk menghubungi saya,” kata Gronnemark kepada RG. “Satu-satunya alasan saya tidak akan mengatakan ya kepada Liverpool adalah jika saya sudah melatih tim papan atas Liga Premier lainnya yang sebenarnya merupakan pesaing langsung.”
“Tentu dengan sejarah saya bersama klub ini, hubungan saya dengan para penggemar, saya akan mengatakan ya dalam sebagian besar kasus,” tambahnya.
Masalah Bola Mati yang Menghantui Liverpool
Sebagai informasi tambahan, situasi set pieces memang menjadi masalah besar bagi Liverpool di Liga Inggris 2025-2026. Hal ini juga diakui oleh kapten klub, Virgil van Dijk, yang mengeluhkan mudahnya lawan mencetak gol melalui skema bola mati.
“Ada banyak pertandingan di mana kami bertahan dengan sangat baik. Tetapi kenyataannya kami terlalu banyak kebobolan gol dari bola mati,” ucap Van Dijk usai laga kontra Wolves, Sabtu (27/12/2025) WIB.
“Ini sesuatu yang harus kita perbaiki. Saya akan mengatakan setidaknya 75 persen dari waktu atau bahkan lebih, ini bahkan bukan tentang kontak pertama.”
“Fase kedua itulah yang mematikan.”
“Apakah ini masalah mental? Saya harap tidak.”
“Jika itu ada di kepala Anda, maka itu masalah. Secara pribadi, itu tidak ada di kepala saya,” pungkasnya.
Kesimpulan
Perpisahan antara Liverpool dan Aaron Briggs menunjukkan pentingnya skema bola mati dalam kompetisi sepak bola. Dengan adanya tawaran dari Gronnemark, Liverpool berharap dapat mengatasi masalah yang muncul dalam situasi bola mati. Dengan bantuan pelatih baru, klub asal Merseyside ini berusaha memperbaiki performa mereka di Liga Inggris 2025-2026.









