TEGAL, WARTAJAYAVISION.COM – Permasalahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RW 01 Kelurahan Cabawan, Kota Tegal, kian memprihatinkan. Meski pihak kelurahan telah berulang kali melakukan pembersihan, tumpukan sampah liar yang meluber hingga ke bahu jalan masih terus terjadi dan belum menemukan solusi efektif.
Lurah Cabawan, Warku, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan di lokasi tersebut. Namun, rendahnya kesadaran sebagian oknum masyarakat dalam membuang sampah menjadi kendala utama.
Bukan Sekadar Masalah Teknis, tetapi Masalah SDM
Menurut Warku, area TPST tersebut telah dibersihkan secara menyeluruh hingga lima kali. Namun, dalam waktu singkat, sampah kembali menumpuk. Ia menduga pelaku pembuangan sampah bukan hanya warga sekitar, melainkan juga warga luar wilayah yang melintas.
“Ini masalah SDM (Sumber Daya Manusia). Saya sudah pasang banner imbauan sampai tiga kali, tapi selalu hilang. Lokasi itu sudah saya bersihkan sampai lima kali, tapi tetap saja ada yang membuang sampah sembarangan,” ujar Warku saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1).
Ia menambahkan, pola pembuangan sampah kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
“Kalau ditungguin tidak ada yang buang. Begitu tidak ada yang lihat, sampah langsung dibuang. Bahkan dulu pernah ada yang membuang kasur di lokasi tersebut,” tambahnya.
Dampak Lingkungan dan Ancaman Penyakit
Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga merusak estetika lingkungan serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga.
Warku mengaku khawatir wilayahnya akan mendapat stigma negatif akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
“Jangan sampai wilayah kita dijuluki ‘Kunjuk’ (Kumuh dan Banyak Nyamuk). Dampaknya kembali ke warga sendiri. Kalau lingkungan kotor, warga juga yang merasakan akibatnya,” tegasnya.
Koordinasi dengan DLH dan Kendala Cuaca
Dalam penanganan sampah, pihak Kelurahan Cabawan secara rutin berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal. Sampah di TPST biasanya diangkut dua hingga tiga kali dalam sepekan menggunakan truk. Namun, volume sampah yang masuk kerap melebihi kapasitas akibat cara pembuangan yang tidak tertib.
“Seharusnya sampah dibuang ke dalam bak, tapi ini malah dilempar di luar hingga meluber ke jalan. Apalagi sekarang musim hujan, sampah menjadi basah dan tidak bisa dibakar secara mandiri. Kami menunggu jadwal pembersihan manual dan pengangkutan dari DLH,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Lurah Cabawan kembali mengimbau seluruh masyarakat, baik warga setempat maupun warga yang melintas, agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pihak kelurahan juga telah meminta para Ketua RT dan RW untuk lebih intensif memantau lokasi TPST agar kejadian serupa tidak terus berulang.








