Wartajayavision.com,, BANYUWANGI – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan Surat Keputusan (SK) mengenai persetujuan penghapusan kawasan hutan untuk tempat tinggal dan pertanian masyarakat sesuai arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Raja Juli memberikan SK secara simbolis kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas serta masyarakat di De Djawatan, Jawa Timur, Senin (14/7).
Kemudian, surat keputusan tersebut akan diserahkan kepada masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang memiliki luas 152 hektare.
Raja Juli dalam pidatinya menyatakan rasa terima kasih bahwa lahan yang dihuni warga kini tidak lagi disebut sebagai wilayah hutan.
“Alhamdulillah tadi secara resmi telah saya serahkan kepada bupati serta perwakilan masyarakat,” ujar mantan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam keterangannya, Senin ini.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran mendengarkan keluhan warga Dusun Pancer, Sumberagung, mengenai proses pertukaran tanah.
Dari sana, Gibran meminta Menhut menyelesaikan paling lambat tanggal 9 Juli. Raja Juli mengikuti dengan menerbitkan SK pada 1 Juli.
Namun, mantan Wakil Menteri ATR/BPN meminta masyarakat bersabar sedikit mengenai penerbitan sertifikat hak milik untuk warga.
Raja Juli menyatakan bahwa penerbitan sertifikat hak milik harus melalui tahapan yang berkaitan dengan penentuan batas wilayah hingga penetapan lahan hingga CPCL (Calon Penerima Calon Lokasi).
“Terdapat beberapa tahapan lagi, mohon kesabaran. Tinggal penentuan batas wilayah, yang melakukan penentuan batas nanti dilakukan oleh Bupati, karena Bupati adalah pihak yang mengajukan permohonan, namun tentu akan didampingi oleh Pak Dirjen kami. Penentuan batas luar bersamaan dengan Bupati dan seluruh masyarakat menentukan setiap bidang tanahnya untuk siapa,” kata Menhut.
Raja Juli menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan petunjuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.
“Semoga semua menjadi saksi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang tertunda akan kita selesaikan dalam waktu sesingkat mungkin,” katanya.(ast/jpnn)








