Wartajayavision.com,– Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi mengakhiri pelaksanaan ibadah haji 1446 Hijriyah/2025 Masehi. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas keberhasilan penyelenggaraan seluruh rangkaian ibadah haji yang dimulai sejak 1 Mei 2025 dan berlangsung selama 72 hari.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan operasional haji 1446 H/2025 M telah berjalan. Secara umum, penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung dengan baik. Kami bersyukur, semua tantangan dan perubahan yang terjadi dapat diatasi dengan baik oleh PPIH Arab Saudi,” ujar Nasaruddin Umar di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (14/7).

Nasaruddin menjelaskan, dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025, sebanyak 203.149 jamaah Indonesia dikirim dalam dua gelombang melalui 525 kloter. Dari jumlah tersebut, 101.339 jemaah pulang melalui Bandara Jeddah dan 101.274 jemaah lainnya dari Bandara Madinah.

Pada tahap puncak ibadah haji, sebanyak 334 jemaah mendapatkan pelayanan pembatalan haji, sedangkan 495 peserta mengikuti safari wukuf khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Dalam hal ini, tercatat 447 jamaah meninggal dunia, namun angka tersebut lebih rendah dibandingkan 461 pada pelaksanaan haji tahun 2024.

Nasaruddin mengatakan, keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini didukung oleh beberapa inovasi terbaru, yaitu perkembangan yang pesat, serta harapan masa depan yang ditetapkan dalam formula 5BPH.

Bahkan, salah satu inovasi penting adalah pengurangan rata-rata biaya haji (BPIH) dari Rp 93,4 juta menjadi Rp 89,4 juta, serta keterlibatan tiga maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Airlines.

“Inovasi lainnya adalah sistem penyembelihan hewan kurban yang dilakukan melalui Adahi di Arab Saudi serta BAZNAS di Indonesia, serta kejelasan daftar pelunasan jemaah haji khusus. Ini merupakan wujud komitmen kami terhadap transparansi pelayanan,” katanya.

Dari segi kemajuan, Kemenag berhasil meningkatkan ekspor rempah nusantara sebesar 475 ton dan makanan siap saji sebanyak 3,7 juta kotak. Peningkatan pelayanan seperti layanan murur untuk lansia, jalur cepat di tiga embarkasi, serta penguatan Siskohat yang terintegrasi dengan sistem kesehatan juga menjadi catatan positif dalam penyelenggaraan tahun ini.

Selanjutnya, Nasaruddin menyoroti lima harapan ke depan, termasuk percepatan regulasi dan peralihan ke Badan Penyelenggara Haji, serta penguatan komitmen terhadap kelayakan kesehatan jemaah.

Ia menekankan bahwa transformasi layanan harus mampu mengikuti perubahan kebijakan di Arab Saudi. Mengingat, Kemenag telah menjalankan tugas sebagai penyelenggara ibadah haji selama 75 tahun, masa ini merupakan yang terakhir kalinya. Karena penyelenggaraan ibadah haji 2026 direncanakan akan sepenuhnya dijalankan oleh BP Haji.

“Kemungkinan tahun ini adalah yang terakhir bagi Kemenag sebagai penyelenggara haji. Jelas, kami tidak meninggalkan masalah. Kami memberikan berbagai catatan pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran dan dasar kuat dalam upaya meningkatkan penyelenggaraan haji di masa depan,” kata Nasaruddin.

Selanjutnya, Nasaruddin menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden, DPR, Pemerintah Arab Saudi, serta seluruh petugas haji yang telah berupaya maksimal. Ia juga mengucapkan doa dan penghormatan kepada jamaah yang meninggal dunia dan yang sedang dirawat, serta berharap agar jemaah yang kembali menjadi haji yang sempurna.

“Penyelenggaraan haji tidak hanya terkait dengan pelayanan teknis. Ini adalah tentang pengabdian, perubahan, kerja sama, dan keberlanjutan. Mari terus pertahankan semangat agar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia semakin memberikan dampak yang baik dan bermanfaat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *