INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Menteri PUPR RI, Dodi Hanggodo, bersama Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melakukan panen perdana menggunakan metode Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) di Cikedung, Indramayu, Selasa, 22 Mei 2025.
Metode IPHA terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian hingga 11,4 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Pemerintah pun terus mendorong para petani untuk beralih ke metode ini.
Selain meningkatkan hasil panen, metode IPHA juga mampu menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani selama proses pengolahan lahan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dalam paparannya kepada Menteri PUPR Dodi Hanggodo, menyampaikan bahwa Indramayu memiliki wilayah baku sawah seluas 125.442 hektare.
“Dan bagusnya, Indramayu alhamdulillah swasembada pangan, surplus. Jadi hasil panennya sebagian besar dikirim keluar. Tahun 2023 saja ada sekitar 1.600.000 ton gabah, setara dengan 877.000 ton beras, sementara kebutuhan Indramayu hanya 240.000 ton. Jadi kalau kita berhenti menanam pun, kita masih cukup makan. Tapi orang Jakarta bisa bingung nanti makannya apa,” ujar Lucky dalam paparannya kepada Kementerian Pertanian RI.

Usai menyampaikan paparan, Bupati Lucky Hakim bersama Menteri Dodi Hanggodo, Forkopimda, SKPD terkait, camat, dan para petani, turun langsung ke sawah untuk memanen padi.
Lucky Hakim menyebutkan bahwa teknologi Irigasi Hemat Air ini adalah bentuk kerja keras dan kerja cerdas. “Jadi kita tidak perlu boros-boros air dan hasilnya terbukti bagus,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kalau burung hantu sudah tersedia, petani dan teman-teman, anak-anak muda bisa diajak menjaga dan tidak mengganggu keberadaannya. Karena burung hantu adalah sahabat petani untuk menghalau tikus. Mungkin seperti itu, Bapak Menteri yang saya banggakan,” pungkas Lucky Hakim.








