INDRAMAYU, WARTAJAYAVISION.COM – Terkait rangkaian perintah pengosongan Gedung Graha Pers Indramayu (GPI) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Ir. Aep Surahman, bernomor registrasi 00.2.5/1700/BKAD tertanggal 16 Juni 2025, akhirnya mendapat respons.

Melalui perjuangan panjang dan usaha keras untuk menyelamatkan Gedung GPI, Forum Ketua Jurnalis Indramayu (FKJI) akhirnya mendapat kabar baik. Mereka diundang Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, S.H., M.H., pada Jumat, 11 Juli 2025, di Pendopo Indramayu.

Menanggapi kemelut yang terjadi, Wabup Syaefudin menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim terkait nasib gedung GPI.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari surat pengajuan FKJI dua pekan sebelumnya. Sejumlah perwakilan organisasi dan forum wartawan hadir, dipimpin langsung oleh Ketua FKJI, Asnawi Day.

Turut hadir dalam audiensi ini antara lain Tomi Susanto dan Andri Prayitno dari FPWI, Sony Syahrony dari PWRI Jaya, Atim Sawano dari IWOI, Cutisna dari JOIN, Hendra Sumiarsa dari PWI, dan Chong Soneta mewakili Forum Kombes. Hadir pula beberapa wartawan media sosial dan YouTuber seperti Aziz dan Waryono.

Dalam audiensi tersebut, para wartawan menyampaikan empat tuntutan utama yang berkaitan dengan kepentingan profesi dan keberadaan Gedung GPI.

Empat Tuntutan FKJI:

1. Pengembalian Gedung GPI

FKJI meminta agar Gedung GPI dikembalikan ke fungsi semula sebagai pusat kegiatan wartawan dan diberikan legalitas kembali. Gedung ini memiliki nilai historis dan strategis bagi komunitas jurnalis di Indramayu.

2. Pencairan Berita ADV

Wartawan meminta agar Pemkab segera mencairkan anggaran berita advertorial yang sempat tersendat akibat intervensi dari kelompok tertentu. Menurut FKJI, pencairan ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan aktivitas jurnalistik.

3. Insentif dari Kominfo Dilanjutkan

FKJI meminta agar insentif wartawan dari Dinas Kominfo tidak dihapus. Asmawi menilai, revisi atau penghapusan insentif akan berdampak pada kesejahteraan jurnalis serta kualitas berita.

4. Sinergi Kemitraan

FKJI siap bersinergi dengan Pemkab Indramayu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun relasi yang kuat antara wartawan dan pemerintah daerah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wabup Syaefudin menyampaikan bahwa seluruh masukan FKJI akan dibahas bersama Bupati Lucky Hakim. Ia juga menegaskan bahwa kemitraan antara wartawan dan pemerintah sangat penting demi terciptanya suasana kondusif dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Terkait kemitraan antarwartawan, saya menyambut baik, karena Pemkab Indramayu juga perlu menjalin kerja sama dengan semua pihak. Wartawan tentu bisa membantu Indramayu lebih baik, maju, dan tercapainya misi Indramayu Reang,” tegas Wabup Syaefudin.

Sementara itu, Hendra Sumiarsa menekankan bahwa audiensi ini menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan wartawan, terutama soal GPI yang dianggap bersejarah.

“Gedung GPI itu mengandung histori dan patut dipertahankan keberadaannya karena sudah ada sejak tahun 1985. Menghilangkan GPI sama saja menghapus sejarah,” tegas Hendra.

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara wartawan, pemerintah, dan masyarakat sehingga informasi yang disampaikan ke publik lebih akurat dan bermanfaat.

Dengan sinergi yang baik, Pemkab Indramayu dan insan pers diharapkan mampu meningkatkan pelayanan publik serta menciptakan ruang demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. (FPWI)

Penulis: PransEditor: RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *